Kabupaten Pakpak Bharat

Franc “Sama Mantapnya” Dengan DR Master P Tumanggor, Ini Vidionya

Franch Bersama Ruhut Sitompul

Salak- Dairi Pers : Mantan ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul dalam sebuah video bersama Cabup Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor (FBT) menyampaikan filsafat “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”.  Politisi yang dikenal dengan nama artis “Si  Poltak Raja Minyak Dari Medan “ itu menyebutkan sang ayahanda Franc mantan Bupati Dairi DR Master Parulian Tumanggor pernah menjabat “Presiden” Bupati se Indonesia.  Maka hadirnya sang putera sebagai Calon Bupati di Pakpak Bharat akan mengukir sejarah kembali di Kabupaten eks Dairi itu.

Dalam video 1 menit itu Ruhut Sitompul menyebutkan kalau kini eranya milineal maka Franc sangat tepat untuk Pakpak Bharat. Sejarah DR Master Tumanggor saat memimpin Dairi mengukir sejumlah karya. Maka dengan kehadiran Franc akan berpotensi membawa banyak perubahan di Pakpak Bharat.

Banyaknya tokoh nasional yang mendukung Franc Bernhard Tumanggor dalam pencalonannya sebagai Bupati Pakpak Bharat justru menjadi sinyal jaringan yang telah tersedia nantinya kala memenangkan pilkada Pakpak Bharat. Pentingnya seorang kepala daerah yang mempunyai jaringan dan hubungan baik dengan tokoh tokoh sentral di Negara itu menjadi garansi akan mudahnya mengakses berbagai peluang tambahan anggaran ke suatu daerah. Demikian dengan Pakpak Bharat yang merupakan kabupaten termuda dengan sejumlah keterbatasannya . Bupati yang mempunyai Jaringan luas di tingkat nasional akan  memudahkan Pakpak Bharat dalam “menggiring “ dana diluar DAU. Hal itu berbeda dengan calon yang bergelut di pasaran local yang lebih cenderung monoton.

Franc Bernhard Tumanggor merupakan putera kedua Mantan Bupati Dairi DR Master Parulian Tumanggor – Ny Hetty Sitinjak.  Kini Franc  tercatat sebagai anggota DPRD Sumut Dapil 11 Dairi. Pria berusia 35 Tahun itu mempersunting putri pengusaha kondang sumut Rajamin Sirait.

Semasa ayahandanya menjabat Bupati di Dairi Franc pernah bersekolah di SMAN 2 Sidikalang. Dalam suatu wawancara dengan  kepala sekolah SMAN 2 Sidikalang  Drs Manihar Tumanggor, MPd mengakui kala bersekolah di tempat itu Franc justru tidak ingin diketahui teman teman sekolahnya sebagai seorang putera bupati. Maka setiap harinya ke sekolah menumpang angkot. Demikian juga sepulang dari sekolah selalu turun dibelakang  kantor Bupati hingga menyelinap masuk pendopo dimana dia tinggal.

Franc yang coba dikonfirmasi Dairi Pers akan infromasi itu justru hanya menjawab dengan emticom tertawa di pesan Whatsappnya. (hen)