Lokal Politik

Franc Belajar Kesejumlah Tokoh Nasional

Franc Bernhard Tumanggor bersama wakil ketua KPK Saut Situmorang

Sidikalang- Dairi Pers : Menggeluti dunia politik ternyata tidak cukup bermodalkan pendidikan akademis saja . Transformasi oengamalan dari tokoh senior ternyata juga tidak kalah berharganya dari pendidikan formal. Franc Bernhard Tumanggor bersilaturahmi ke sejumlah tokoh nasional untuk mendapatkan pengalaman serta belajar etika dari mereka.

Caleg partai Golkar untuk kursi DPRD Sumut itu saat diwawancarai Dairi Pers selasa (22/1) mengakui menjumpai para tokoh nasional sejak ditetapkan dalam Daftar Calon Tetap (DCT)  Caleg partai golkar nomor urut 4 itu menyebutkan masih banyak kekurangan dalam memahami luasnya dunia politik. “ Saya berusaha menjumpai wakil Ketua KPK Saut Situmorang membicarakan perihal korupsi dan rambu rambu batasan korupsi. Syukur saya diberikan waktu dan saya mendapat banyak ilmu dari beliau. Menurut saya ini sangat penting sesuai track record oknum anggota  DPRD SU sebelumnya berurusan dengan KPK. Tentu saya tidak ingin seperti itu ketika rakyat memberikan amanah kelak” sebutnya

Bersama Ngabalin Tim sukses Jokowi- Ma’ruf

Diterangkan Franc di Bali dirinya didampingi sang ayahanda DR MP Tumanggor berkesempatan berbincang dengan Tim pemenangan Jokowi- Ma ruf Ngabalin seputar  sistuasi pilpres dan berbagai tips dalam berpolitik. “ Syukur bapak banyak temannya jadi saya numpang juga belajar dari perjalanan dan metode pertemanan beliau. Saya mendapat banyak pengalaman dan ilmu dari mereka. Karena terkadang untuk menjumpai publik vigur itu tidak mudah jika tidak ada yang bisa menyambungkan ” sebutnya.

Bersama Tokoh Lokal Dairi Sasta Tambunan

Bukan hanya sejumlah tokoh nasional yang dijumpai. Namun sejumlah tokoh lokal Dairi , Pakpak Bharat dan Karo juga dijumpai. “ Saya haus akan pengalaman dari mereka orang orang sukses. Saya beranikan diri dan hasilnya mereka senang apalagi ketika mereka tahu saya puteranya Pak MP Tumanggor, Ada Bapak Sasta Tambunan, Bapak Hutauruk guru les saya masa sekolah di Dairi. Tokoh muslim. Ada pak wakil Bupati Dairi dan Ibu .Mereka semua memberikan saya masukan. Ini sebuah kensyukuran. Saya bangga menjadi puteranya  Pak MP Tumanggor tentunya karena beliau masa menjabat sebagai Bupati Dairi berlaku  baik. Maka kami anak anaknya juga mendapat penghargaan dari sahabat sahabat Bapak . “ sebutnya.

Pria berusia 33 tahun itu mengakui begitu luas dan banyaknya ilmu dan  etika politik yang harus dipelajari sehingga bisa sukses di dunia politik. Diakui dirinya berlatar belakang sebagai pengusaha perkenunan dan transportasi itu mengatakan Meski berbeda dunia politik dan dunia pengusaha. Namun formula yang cocok buatnya adalah  politik yang beretika. “ Tidak lantas semua halal jika berpolitik, saya memilih alami saja dan berpolitik itu bukan sekedar sampai kepada tujuan. Namun berpolitik itu ada batas bantas etika, santun  serta patronnya adalah  bisa berguna bagi banyak orang. Itu pelajaran paling berharga dari semua pertemuan dengan tokoh tokoh tersebut “ katanya

Bertemu guru lesnya masa sekolah di Dairi Bapak Hutauruk

Saat ditanyakan tokoh mana paling mengispirasi disebutkan hampir semua namun paling digaris bawahi adalah pertemuan dengan wakil Ketua KPK Saut Situmorang. “ Berbicara kepada beliau menimbulkan semangat nasionalisme. Semangat mencintai negeri ini betapa korupsi sudah menjadi extra ordinary crime. Negeri ini harus diselamatkan dengan tidak  menjadi korupsi.  Dari Pak Saut saya dapatkan betapa membentengi diri dengan moral . Kepuasan didasarkan atas hak. Artinya membentengi diri dengan pemikiran bahwa rezeki sebatas hak yang diatur undang undang maka akan selamat dari jerat korupsi. Itu akan membuat nyaman dalam pekerjaan dan tugas “ ujarnya.

Menjumpai wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi, SH

Saya berpikir kalangan muda harus ke arah itu . Moral regenerasi di bangsa ini harus terus diasah sehingga problema utama bangsa ini terkait korupsi terus diminimalisir” pungkasnya. (Hen)