Lokal

Fraksi Demokrat Geram Atas Bumil Meninggal, Begini Jawaban Direktur RSUD Dairi

wakil ketua DPRD Dairi Wanseptember Situmorang dan dr Hendry Manik

Sidikalang- Dairi Pers :  seorang ibu hamil  Br Bakara bersama bayinya  warga Rakkom , kecamatan sumbul, kabupaten Dairi yang akan melahirkan meninggal dunia setelah dirujuk RSUD Dairi ke Medan  senin (25/11). Keluarga korban Wanseptember Situmorang yang juga wakil Ketua DPRD Dairi sangat menyesalkan kejadian itu. “ Ini yang kesekian kalinya ibu hamil dan bayinya meninggal dunia berkaitan dengan RSUD Dairi. Ini duka, ini nyawa ini tugas kita. Mari duduk bersama dan ini harus dituntaskan agar tidak lagi berulang ulang.  Jika personil yang tidak beres ada mekanisme untuk itu .Dari Demokrat kita pastikan ini dibawa ke RDP”

Demikian Wakil Ketua DPRD Dairi Wanseptember Situmorang melalui surat tertulisnya yang ditujukan kepada Dairi Pers selasa (26/11) Kami dari Fraksi Demokrat akan mempertanyakan kepada pemerintah kabupaten Dairi terkait posisi rumah sakit, apa masih layak menerima pasien atau betul-betul fokus perbaikan beberapa waktu, demi menghindari kejadian serupa terjadi, tegas Dewan asal Sumbul tersebut.

Saya sebagai wakil rakyat dan sekaligus keluarga begitu geram dengan kejadian ini, pihak RSUD Sidikalang anggap enteng dan seperti nya nyawa tidak berharga. Pasien  masuk sejak jam 12 malam , bukan malah ditangani malah dipersulit dengan urusan administrasi.

RSUD Sidikalang benar-benar amatiran, bagaimana mungkin ibu hamil tua yang jelas-jelas sudah mengeluhkan rasa sakit di perut tidak diprioritas kan, malah harus antri sampai belasan jam agar di rujuk ke Medan, tutur Wanseptember Situmorang .

“Pihak RS sudah tidak memiliki rasa kemanusiaan dan kepekaan, inilah gambarannya. Perbaikan RSUD Sidikalang di pemerintahan yang sekarang ternyata belum sesuai harapan ” ujarnya kesal  

Dikatakan Wanseptember di Permenkes 4 Tahun 2018 tentang Kewajiban Rumah Sakit dan Kewajiban Pasien pasal 2, bahwa Setiap Rumah Sakit mempunyai kewajiban memberikan informasi yang benar tentang pelayanan Rumah Sakit kepada masyarakat memberi pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, antidiskriminasi, dan efektif dengan mengutamakan kepentingan pasien sesuai dengan standar pelayanan Rumah Sakit.

Ditambahkan wanseptember  Pihak Fraksi Demokrat DPRD Dairi akan mendorong tim investigasi menindaklanjuti ditataran midle -action, bila mana ada staf fungsional medis atau oknum yang  tidak melakukan sesuai standar operasional harus ditindak. “ Tolong jangan main main soal nyawa. Ingat kesehatan itu hak masyarakat, ini tugas pemerintah. Jika memang personil di dalam RSUD sudah tidak beres tolong jangan tutup mata. Segera lakukan terobosan . Ini peristiwa yang kesekian kalinya. Mari ketuk hati bayangkan jika itu keluarga anda. Ingat hari ini mungkin yang korban orang lain tetapi ingat esok lusa bisa menimpa anda dan keluarga juga” tegas Wanseptember sangat kecewa.

Pres Realease RSUD Dairi

Saya atas nama RSUD Sidikalang Kabupaten Dairi menyampaikan kepada seluruh masyarakat ataupun keluarga pasien atas informasi tentang meninggalnya ibu hamil denganinisial  TMB umur 42 tahun, alamat Sumbul pada hari Senin tanggal 25 November 2019.

Kami informasikan bahwa pasien tersebut dating ke UGD RSUD Sidikalang dengan keluhan perut terasa mendesak. Pada pemeriksaan vital sign didapati tensi tinggi dan terjadi kejang sewaktu di UGD.

 Kemudian pasien dikonsulkan kepada dokter spesialis kebidanan & kandungan, dan pasien diperiksa oleh dokter spesialis tersebut dan disangkakan pasien menderita keracunan kehamilan sehingga pasien dianjurkan untuk dirawat dengan memberikan obat-obatan dan direncanakan untuk dioperasi.

Kemudian pasien dirawat di ruang VK. Pengobatan di ruang VK dilanjutkan dan pasien diobservasi untuk tindakan operasi. Selama masa observasi tekanan darah pasien tetap tinggi sehingga pada pukul 10.30 WIB dokter spesialis kebidanan &kandungan serta dokter spesialis anestesi berkolaborasi dan menganjurkan pasien untuk dirujuk.

Petugas VK menghubungi rumahsakit rujukan yang memiliki sarana dan prasarana dalam penanganan sesuai dengan keadaan pasien tersebut, yaitu  RSUP H. Adam Malik tetapi pada saat itu kondisi sedang penuh, sehingga dihubungi RSU Bina Kasih Medan dan mereka bersedia menerima pasien tersebut.

Kemudian pasien diberangkatkan kerumah sakit rujukan yaitu RSU Bina Kasih Medan. Tetapi padapukul 15.20 pasien kembali ke RSUD Sidikalang membawa pasien tersebut dengan kondisi henti nafas dan pada pukul 15.40 WIB pasien dinyatakan meninggal dihadapan dokter, perawat, dan keluarga.

Kami selalu berupaya untuk melaksanakan pelayanan sebaik mungkin dan segala upaya secara maksimal telah kami lakukan untuk menolong pasien tersebut.

Semoga hal seperti ini tidak terjadi lagi di masa yang akan datang, dan atas dukungan pimpinan pemerintah Kabupaten Dairi maka pelayanan akan semakin baik lagi.

Demikian kami sampaikan, semoga komitmen kami untuk terus dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dapat terwujud.  Dr Hendry Manik Direktur RSUD Dairi (Hen)