Hiburan

Film Pendek ‘Lae Pendaroh’ Karya Pelajar Dairi Tayang Perdana

Eddy Berutu bersama Kru Film Lae Pendaroh saksikan tayang perdana

Sidikalang- Dairi Pers : Tayangan perdana film pendek mengangkat khasanah Dairi “ Lae Pendaroh” disaksikan Bupati Dairi Dr. Eddy Berutu , Ketua PKK Dairi Ny Romy Mariani bersama para kru dan pemeran film pendek itu di salah satu cafe di bilangan panji, Sidikalang Dairi selasa (29/7). Penayangan Film secara vitual itu  difasilitasi Viu shorts pukul 16.00 WIB. .

Film cerita pendek ini berjudul ‘Lae Pendaroh’ karya dari dua  SLTA, yakni SMK HKBP dan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) di Kecamatan Sidikalang, mengambil lokasi syuting di dua tempat yakni di Kecamatan Silahisabungan dan Sitinjo. Film ini merupakan karya anak Dairi

Dalam film yang berdurasi 15 menit, mengangkat tema kedaerahan, kultur dan mitos masyarakat setempat tentang larangan melakukan hal-hal yang tidak baik di alam terbuka. Film ini menceritakan kekayaan budaya dan kearifan lokal Dairi tentang budaya dna menjaga alam. .

Usai menyaksikan penayangan film karya putra/i Dairi, Bupati Eddy Berutu mengatakan, bangga dan gembira, karena anak-anak Dairi mampu mengekspresikan bakat dan talentanya,  yang mampu mengolah cerita rakyat diceritakan orang-orang tua secara turun temurun menjadi sebuah tayangan yang menarik.

“Cerita itu kini tampil di film layar yang memenuhi standar dan kaidah internasional. Saya tahu pengarapan film ini sangat pendek, hanya 14 hari. Dari awal sampai akhir saya sangat cemas, tetapi setelah melihat hasilnya saya sangat bangga,” ucap Eddy Berutu.

Dikatakan pembuatan film ini merupakan uji coba, tergantung minat anak-anak. Dan ke depannya kreasi dan kreatifitas kaum muda juga menjadi perhatian pemkab Dairi.

 “Karena kita mempunyai tugas diantaranya yang pertama sektor kreatif yang diharapkan nantinya bisa menghasilkan devisa. Kedua sektor lapangan kerja bagi anak-anak muda kita di dunia kreasi dan dunia kerja baru yang modern,” sebut Eddy Berutu.

Ini Sinematografi, satu lapangan kerja yang berbeda lagi. Ini merupakan ujian, apakah anak-anak bersemangat dan mampu berkomitmen. Ternyata mereka mempunyai komitmen dan masyarakat Dairi melihat hasilnya, dan itu sangat memuaskan sekali.

“Maka saya ingin mendapat dukungan dari masyarakat, karena kalau hanya dari pemerintah tidak akan sanggup. Tapi kalau dukungan dan dorongan itu datang dari seluruh masyarakat Dairi, kami percaya pasti bisa mengangkat budaya kita. Sehingga anak-anak kita bisa mendunia dan masuk ke episode yang lain,” tambahnya

Dikatakan  banyak bidang-bidang yang sudah ditekuni anak-anak Dairi cukup lama karena Dairi punya budaya. Sehingga anak-anak sudah terbiasa dengan seni. “Saya pikir ini gabungan dari berbagai hobi fotografi, ada yang hobi nulis, pementasan. Jadi pesan saya ini peluang besar, kalau anak-anak mau pemerintah akan berusaha menciptakan ruang-ruang dan menyediakan anggaran,” ucapnya.

Eddy berpesan, agar seluruh masyarakat Dairi untuk menonton film karya putra/i Dairi, karena semakin banyak yang nonton dan mengklik maka semangkin banyak peluang untuk menjadi film terbaik.

“Semakin banyak yang menonton, maka ada peluang salah satu anak-anak kita mendapat beasiswa untuk kuliah di Instititut Kesenian Jakarta  (IKJ),” pungkasnya (Hen)