Hukum

Fantastis, Balai Desa Lae Pangaroan Rp. 255 Juta

Begini Bangunan Balai Desa Lae Pangaroan senilai Rp. 255 juta

Sidikalang- Dairi Pers : Selintas saja jangankan orang teknis masyarakat awampun akan curiga dengan nilai pembanguna balai desa Lae pangaroan, kecamatan Silima Pungga Pungga, kabupaten Dairi  senilai Rp. 255 juta bersumber dari dana desa tahun 2019. Bangunan yang dikerjakan secara swakelola itu tampak sangat sederhana berukuran 8 X 10 meter. Aroma dugaan korupsi dalam pembangunan balai desa ini juga mulai tecium.

Pantauan Dairi Pers Balai desa Lae Pangaroan dibangun di dusun I desa Lae Pangaroan, kecamatan Silima Punggapungga. Desain bangunan sangat sederhana mengunakan tiang cor semen dan kosen kayu. Sementara lantainya dibuat dengan plester semen. Berada di belakangnya didirikan toilet. Atap sendiri terbuat dari lembaran seng.

Dari papan proyek yang dipajang tertulis pembangunan balai desa Lae pangaroan ditambah penimbunan tanah. Nilai proyek Rp. 255. 393.000. Pembangunan balai desa ini dilakukan Juli sampai dengan desember 2019 dan dikerjakan secara swakelola.

Balai desa sederhana itu akhirnya menjadi sorotan karena diduga bangunan dibandingkan dengan besarnya anggaran yang digunakan  terkesan menjadi aneh. Dugaan korupsi dalam pembangunan balai desa itu juga muncul seperti mark ap anggaran.

Saat keberadaan proyek fisik ini akan ditanayakan Dairi Pers kepada kepala desa. Infromasi yang diterima dari kantor camat Silima Punggapunga menyebutkan kalau kepala desa di Lae Pangaroan adalah Pelaksana Tugas dan bukan kepala desa definitif.

Namun demikian sangat sulit menjumpai oknum pelaksana tugas kepala desa Lae pangaroan ini. Dari kantro camat Silima Pungga pengga Dairi Pers disarankan langsung menjumpai kepala desa ke Lae Pangaroan. Namun saat tiba di Lae Pangaroan oknum pelaksanA tugas kepala desa Itu disebut berada di kantor Camat Silima Punggapungga.

Sementara itu nomor handphone yang bersangkutan saat dihubungi sama sekali tidak tersambung (Hen)