Yang Miring

Entah Apa Yang Merasukimu…

ilustrasi

Ilir7 penyanyi asli “salah apa aku” justru menjadi viral setelah dirilis dalam bentuk remix dan diledakkan pada aplikasi tik tok. Mulai dari tukang becak , ASN, kapolda hingga menteri ditanah air ikut ikutan “goyang pencet pencet”. Saking viralnya asal ada yang tidak beres langsung diejek dengan goyang entah apa yang merasukimu…

Maka belum lama ini di Jawa Barat seorang maling pria  diamankan polisi justru saat diringkus secara paksa celana pendeknya melorot hingga kelihatan menggunakan celana dalam wanita. Langsung saja di medsos membuat status “entah apa yang merasukimu hingga kau tega memakainya…”. Coba bayangkan jika ada orang tiba tiba “goyang pencet pencet “ di depannya mengejek. Tentu wajah memerah karena menahan emosi. Sudah ditangkap polisi dapat bonus goyang pencet pencet lagi….

Kemarin aku mendapatkan cerita kalau di DPRD Dairi ada cerita palsu. Katanya rekom rekom gitu… Saya tidak tahu siapa yang palsu dan tidak perlu tahu siapa yang memalsukan. Tak perduli benar atau hoax cerita itu .  Toh bukan urusanku apalagi berharap kantongku berisi karena cerita palsu memalsu itu .  Namun aku hanya berkhayal andai ada orang iseng goyang pencet pencet di depannya sambil mengikuti syair lagu “ Entah apa yang merasukimu hingga kau tega…”. Setiap masyarakat bertemunya langsung orang goyang pencet pencet…aduh…tidak terbayangkan reaksinya.

Goyang pencet pencet sudah dua bulan ini booming. Aku hanya berpikir keras apa lagu yang dirilis tahun 2018 justru sudah dipersiapkan satu tahun ini untuk menyambut  untuk cerita palsu memalsu ini?. Rasanya tidak ada hubungannya. Tetapi mengapa begitu pas dan terasa puas ya? Hehehe.

Apapun akhir dari cerita palsu memalsu itu bagiku tidak penting karena yang terpenting bagiku pelaku kejahatan mendapat hukuman moral. Diejek dan tidak dipercayai lagi. Soal hukuman pidana bagiku tidak menarik. Jauh lebih menarik kelak setiap dia berdebat lawan debatnya goyang pencet pencet saja mengejeknya. Bagiku itu jauh lebih menyegarkan…hehehe

Mungkin anda pernah mendengar di dunia politik semua halal. Berbohong, menipu, merekayasa, janji palsu dan lain lain yang seram seram diidentikkan. Maka sering terjadi kesalahan yang diulang ulang hingga populer justru dianggap kebenaran. Disinilah letak beratnya dunia politik.  Maka tak sedikit pelaku pelaku politik di negeri ini yang memasang muka tembok. Berbohong, menipu dan merekayasa tidak terlihat dari wajahnya. Wajah mulus lugu bagai tak berdosa…

Jangankan itu bahkan yang sudah ditangkap KPK saja  mengenakan rompi oranye saja ke  kru media melambai tangan senyum. Ada pula sambil mengacungkan dua jari tanda victori. Sebegini berat sudah moral “pemain pemain “ negeri ini. Lantas apa yang merasuki mereka hingga tega segila itu?

Hukuman moral, disingkirkan dan dikucilkan sudah tidak dilakukan manusia lagi. Kerusakan Mental sudah tidak lagi dipermasalahkan manusia lagi karena semua menitik beratkan pada kepentingan. Selama kepentingannya terakomodasi maka yang salah jadi dibenarkan.  ( Penulis yang miring Hendrik)

Tentang Penulis

Hendrik Situmeang

Tambah Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar