Lokal

“Entah Apa Yang Merasuki”, Kadis LH Dairi Rusak Taman Rekreaksi Sidikalang

Pohon hias ditaman rekreasi Sidikalang yang porak poranda akibat miskin ide

Sidikalang- Dairi Pers : Entah apa yang merasuki oknum kepala dinas Lingkungan Hidup Dairi Posmatua Manurung hingga mempunyai ide merobohkan kayu equaliptus tua di taman rekresi Sidikalang.  Taman rekreasi ex stadion Sidikalang yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah itu rusak usai dua pohon berusia diatas 30 tahun itu menimpa taman yang dibangun.

Pantauan Dairi Pers pohon rindang itu berdiri di sebelah kiri taman itu dirobohkan menggunakan chainsaw hingga menimpa taman yang sudah ditumbuhi pohon hias, alat olah raga serta sejumlah fasilitas tembok dan semen taman yang sudah rapi.

Terhitung sejak selasa (5/11) pekerjaan pemotongan kayu untuk dijadikan bahan kayu olahan itu terus dilakukan hingga kamis (7/11). Empat batang kayu ekualiptus dengan diameter sekitar 1 meter itu diolah menjadi bahan papan dan broti. Diperkirakan  bahan kayu dari 4 batang pohon itu  diatas 10 ton . Tidak diketahui bahan kayu ini akan dikemanakan oknum kepala dinas Posma Manurung.

Seorang pekerja chainsaw yang ditanyakan Dairi Pers kamis (7/11) di taman rekreasi menyebutkan kalau mereka ditugaskan kepala dinas  Posma Manurung untuk menjadikan batang kayu yang ditebang menjadi bahan.

“kurang tahu kita untuk apa tetapi kemarin pak kadis kemari katanya mau mendirikan gazebo. Jadi kita hanya pekerja yang ditugaskan. Tidak tau ini untuk apa ” jelas pekerja ini sambil menyalakan chainsawnya.

Sementara itu dilokasi taman terlihat puluhan pohon hias rusak tertimpa. Satu gazebo dibangun dari tiang besi rusak tertimpa serta sejumlah alat olah raga di taman rusak. Belum lagi sejumlah tembok taman juga ikut hancur.

Ide merobohkan kayu tua itu dengan cara memotong seakan membuktikan oknum kepala dinas kurang ide hingga mengakibatkan kerugian lebih besar. Kepala dinas juga tidak memilih cara pemotongan atas (Cutting Up) menggunakan crane sehingga tidak merusak taman yang sudah menelan biaya ratusan juta rupiah itu.

Ketika hal ini akan dikonfirmasi kepala kepala dinas Lingkungan Hidup Dairi Posma Manurung di kantornya kamis (7/11) tidak berhasil menurut stafnya kadis ke lapangan. Sekretaris  dan bendahara dinas juga tidak berada di tempat.

Informasi yang dikumpulkan Dairi Pers menyebutkan pemotongan kayu tua itu ditanggung dana dinas lingkungan hidup. Namun tidak diketahui apakah bahan yang dijadikan ini akan dijual atau dijadikan bahan untuk gazebo.

Dikhawatirkan pembuatan gazebo dari kayu tersebut hanya alasan untuk menutupi sebahagian bahan kayu yang kemungkinan besar akan dilego. Disamping itu rencana mendirikan gazebo dari kayu di taman rekreasi tersebut diduga hanya alasan karena sebelumnya gazebo dari bahan besi justru roboh karena pohon kayu yang ditebang. (Hen)