Kriminal

EA Perangkat Desa Buluduri Tersangka

Kantor Desa Buluduri

Sidikalang- Dairi Pers : Polres Dairi menetapkan E Br A perangkat desa Buluduri kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi sebagai tersangka sekaitan dengan BST Rp. 600.000 namun diterima warga hanya Rp. 100.000. “Tersangkanya satu orang, perangkat desa atas nama E Br A”  ujar Kasubbag Humas Polres Dairi Iptu Donni Saleh, Rabu (13/5).

EA dipersangkakan  terkait pemotongan bantuan sosial (bansos) di Desa Buluduri, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut). Tersangka merupakan perangkat desa.

Donni menyebut kejadian ini berawal saat tersangka melakukan pemotongan bansos warga secara sepihak. Tersangka, kata Donni, melakukan pemotongan agar dapat dibagikan kepada warga yang tidak dapat bantuan.

“Uang itu masih di lingkup desa tersebut. Jadi rencananya atas kebijaksanaan pengurus desa ini, 59 orang yang mendapat bantuan sosial tunai mau diratakan oleh oknum ini. Ini kebijaksanaan yang salah,” ucapnya.

Donni menjelaskan, ada seorang warga yang tidak senang dana bansos yang diterimanya dipotong. Warga tersebut kemudian membuat laporan ke polisi.

“Ada masyarakat Desa Buluduri ini atas nama Togu Sinaga, dia keberatan. ‘Saya harusnya kan dapat Rp 600 ribu, kenapa hanya Rp 100 ribu’. Jadi dia membuat laporan pengaduan, kita terima,” jelas Doni

Tersangka dikenai pasal pemerasan. Polisi juga sedang memeriksa soal keterlibatan orang lain dalam kasus ini.”Tindak pidana korupsi tidak terpenuhi. Perkaranya ini jadi pemerasan ya, 368. Jadi untuk keterlibatan, Pasal 55 dan 56 turut serta masih didalami oleh Polres,” jelasnya.

Kepada tersangka belum dilakukan penahanan karena mendapat jaminan. Oknum yang melakukan penjaminan kepada tersangka adalah Kepala Desa Buluduri, Osaka Sihombing.

Polres Dairi sebelumnya memeriksa 7 orang terkait BST ini. Dari hasil pemeriksaan menyebutkan sebanyak 59 warga penerima BST dari kantor Pos selanjutnya dimintakan aparat desa untuk mengumpulkan untuk dibagikan bersama kepada warga lain yang tidak mendapat BST. Akhirnya warga hanya meneirma Rp. 100.000. Kondisi itu membuat warga berang dan mengadukan hal pemotongan tersebut.

Protes itu disebut disampaikan warga Desa Buluduri di Kantor Camat Lae Parira, Dairi, Sumut. Pihak kepolisian pun membenarkan peristiwa tersebut. (Hen)