Pilkada

DPS & Trauma“ Ramba Dohot Batu”

DPS & Trauma“ Ramba Dohot Batu”
DPS & Trauma“ Ramba Dohot Batu”

Sidikalang- Dairi Pers : Persoalan “ Ramba dohot Batu” yang ditenggarai awal persoalan kerushan pilkada Dairi 2013 agaknya harus menjadi perhatian utama KPU Dairi dalam tahapan  verifikasi  hingga menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT). Kini informasi yang berkembang  dalam DPS  ( Daftar pemilih Sementara) jumlah Pemilih sebanyak 190.979.  Jumlah ini nantinya akan diverifikasi faktual hingga menjadi DPT. Akurasi  jumlah pemilih tetap menjadi kunci agar tidak terulangnnya kejadian buruk tahun 2013.

Wakil Ketua  DPRD Dairi Togar Pasaribu menyebutkan KPU Dairi harus belajar dari pengalaman tahun 2013. “ KPU menjadi penentu  yang secara hukum mempunyai kuasa  untuk akurasi data calon pemilih tetap. Dari DPRD Dairi telah mengagendakan Rapat Dengar Pendapat dengan komisioner KPU Dairi berkaitan dengan masalah calon pemilih ini “ sebut Togar.

Hal serupa juga disampaikan Anggota DPRD Dairi fraksi Demokrat Markus Purba. “ Kalau informasi yang kita dapatkan DPS sekarang sekitar 190.000 calon pemilih. Tentu nantinya akan divalidasi pemilih pemula. Pemilih yang pindah atau telah meninggl dunia.  Verifikasi ini menjadi hak tunggal KPU Dairi. Kita berharap mereka laksanakan dengan baik dan valid. Karena persoalan “ Ramba dohot Batu” hingga kini masih mengiang diingatan masyarakat Dairi “ sebutnya.

Sedang Ketua PDIP Dairi Resoalon Lumbangaol mewanti wanti agar  komisioner KPU  dalam memvalidasi daftar pemilih tersebut bekerja propesional. “ Semua tahu apa pemicu keributan 2013.  Saat itu muncul dugaan 52.000 daftar  pemilih bermasalah. Saat DPRD Dairi megundang KPU untuk dengar pendapat malah dead lock. Ini awalnya. Jadi sebagai wakil rakyat kita mengingatkan dan berharap KPU bekerja dengan penuh tanggung jawab.  Kita sudah sepakat Pilkada Damai . Namun untuk itu KPU mempunyai andil besar untuk membuat Damai. “ sebut Resoalon

Sebelumnya  komisioner KPU Dairi Hartono Maha menyebutkan DP4 yang diterima dari dinas kependudukan dan Catpil Dairi sebanyak 232.552 pemilih di Kabupaten Dairi. Dari data  DP4 tersebut  pemilih  laki-laki 115.249 dan perempuan 117.303 . Dari daftar itu jumlah  pemilih pemula 28.418.

Dikatakan Maha, KPU Dairi melakukan  validasi domisili. “Rekapitulasi dilakukan  dari tingkat bawah. Ada sekitar 782 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang terletak di 680 TPS atau seluruh desa yakni 169 desa. sistim pemutahiran data diharapkan jumlah pemilih akan valid sehingga berjalannya pilkada sesuai dengan aturan.

Coklit  dan pemutahiran data nantinya akan menghasilkan Daftar Pemilih Sementara pada 10 maret. . DPS masih divalidasi hingga finalnya menghasilkan Daftar pemilih tetap. Daftar pemilih tetap baru akan ditetapkan pada 13 April 2018.

Sementara itu DPS Dairi tahun 2018 sebanyak 190.979. Dari data itu diperkirakan sekitar 34.000 calon pemilih belum memiliki E KTP.  Kendati suket (surat keterangan ) yang dikeluarkan  Disduk Catpil Dairi dapat digunakan sebagaipengganti E KTP. Namun tidak ada yang dapat menggaransi  validasi suket dimaksud.  Bentuk suket yang dikeluarkan Disdukcatpil Dairi terlalu mudah untuk dipalsukan oknum oknum tertentu.

Ramba Dohot Batu

Kalimat “ Ramba dohot Batu “dalam pilkada Dairi menjadi viral sekaligus menjadi traumatik. Pasalnya tahun 2013  kalimat itu diungkapan salah seorang cabup di pusat pasar Sidikalang.  Arogansi itu akhirnya memicu kecurigaan akan adanya pemilih bermasalah dalam Daftar Pemilih tetap.  Ramba dohot batu dimaknai masyarakat sebagai pemilih siluman yang dapat digunakan sebagai rekaysa perolehan suara. Kala itu beredar informasi kalau kalau sekitar 52.000 pemilih bermasalah dalam DPT.

DPRD Dairi  coba melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan komisioner KPU Dairi. Saat itu dua Komisioner KPU Dairi Asal Padang dan Surung Simajuntak hadir . Namun rencana RDP tersebut deadlock. Massa yang sudah berkumpul di areal gedung DPRD Dairi akhirnya bereaksi.  Kedua komisioner KPU  kala itu  terpaksa diamankan dengan menggunakan kendaran baracuda milik brimob untuk menghindari amukan massa.

Sejak sore itu hingga jelang tengah malah terjadi kerusuhan. Sejumlah fasilitas umum dan perkantoran rusak akibat massa yang  terpicu emosi.  Beberapa mobil dirusak, satu unit m,ilik KPU  terbakar. Sedang sejumlah gedung pemerintah  rusak . Kaca Kantor Sekwan DPRD Dairi pecah pecah. Kaca balai budaya Sidikalang rusak mengalami kerusakan. Sementara kantor KPU Dairi juga menjadi sasaran amukan .

Satuan brimob diturunkan untuk mengamankan situasi kala itu. Meski suasana terus mereda dan pilkada Dairi dilakukan. Namun trauma kerusuhan pilkada Dairi tahun 2013 hingga kini masih terus diingat. (R.07)