Suara Pembaca

Direktur RSUD Sidikalang Dan Kepala Dinas Kesehatan Kab. Dairi, HARUS Bertanggung Jawab.

Poltak Agustinus Sinaga, SH PENGACARA RAKYAT
Poltak Agustinus Sinaga, SH PENGACARA RAKYAT

Oleh : Poltak Agustinus Sinaga, S.H

Pengacara Rakyat.

Kembali terjadi hal yang membuat hati kita Miris di Usia Negara kita yang sudah 73 Tahun ini. Kabupaten DAIRI kembali berduka atas Buruknya Fasilitas Dan Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) sidikalang, Kabupaten Dairi.

Rumah sakit yang seharusnya menjadi harapan masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan, baik Rumah Sakit pemerintah maupun swasta, wajib memberikan pelayanan kesehatan bagi penyelamatan nyawa pasien. Dan Rumah sakit tersebut dilarang menolak pasien dan/atau meminta uang muka, sesuai dengan yang di atur dalam Pasal 32 Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan (“UU Kesehatan”). Ini artinya, rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan dilarang menolak pasien yang dalam keadaan darurat serta wajib memberikan pelayanan untuk menyelamatkan nyawa pasien.

Kematian Ramayana boru Sidauruk (38), perempuan yang hamil sembilan bulan kemudian meninggal bersama bayi di kandungannya di RSU Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, diduga keras akibat kelalaian petugas rumah sakit. Sebab, bidan dan perawat yang menangani pasien warga Desa Lumbantoruan, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi, tersebut tidak berusaha memanggil dokter kandungan meski kondisi pasien sedang kritis dan butuh penanganan medis yang cepat.

Perlu diketahui, bahwa Sanksi Pidana bagi rumah sakit yang tidak segera menolong pasien yang sedang dalam keadaan gawat darurat menurut UU Kesehatan Pasal 190 ayat (1) dan (2), Pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan dan/atau tenaga kesehatan yang melakukan praktik atau pekerjaan pada fasilitas pelayanan kesehatan yang dengan sengaja tidak memberikan pertolongan pertama terhadap pasien yang dalam keadaan gawat darurat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (2) atau Pasal 85 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

Dalam hal perbuatan tersebut mengakibatkan terjadinya kecacatan atau kematian, Pimpinan Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan/atau Tenaga Kesehatan tersebut dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Artinya dalam permasalahan ini, Direktur RSUD Sidikalang Kabupaten Dairi terancam Hukuman 10 Tahun Penjara.

Langkah hukum menjadi sangat penting untuk ditempuh adalah dengan tujuan kejadian seperti ini tidak terulang kembali dan semua pihak harus sependapat dengan memanusiakan manusia.

Poltak Agustinus Sinaga, SH
PENGACARA RAKYAT