Peristiwa

Dilarang Naik Sepeda Motor, Pelajar SMP Tewas Bunuh Diri

Mayat korban tergantung di Pohon Alpukat
Mayat korban tergantung di Pohon Alpukat

Sidikalang- Dairi Pers : Hanya raut penyesalan dan kecewa terlihat diwajah Harlen Aritonang (47) dan istrinya Rosita Br Sijabat (45) warga dusun Siboban, desa Pargambiran, Kec. Sumbul. Kab. Dairi mengetahui anaknya Wendy Aritonang (15) tewas diduga bunuh diri di kebun kopi milik mereka yang tidak jauh dari rumah. Pelajar SMP tersebut pergi untuk selamanya dengan cara mengenaskan.


Kepergian Wendy Aritonang baru diketahui kamis (29/3) oleh ibunya yang lelah mencari satu malam tidak kembali ke rumah. Informasi yang dikumpulkan di TKP menyebutkan kalau Wendy disuruh orang tuanya pada rabu (28/3) untuk memetik kopi ke ladang mereka yang berjarak sekitar 1 km dari rumahnya. Wendy yang meminta naik sepeda motor dilarang orang tuanya.

Hingga malam hari korban tidak juga kembali. Oleh orang tuanya menyuruh anaknya yang lain Paldo Aritonang untuk mencari korban. Namun tidak ditemukan. Hingga keesokan harinya orang tuanya ikut mencari sejak pagi. Betapa terkejutnya sang ibu melihat Wendy tergantung dipohon alpukat yang ada ditengah kebun.

Wendy mengenakan baju kaos kuning dengan celana training. Leher korban terikat dengan tali rafia berwarna hijau. Mayat korban diturunkan dan dibawa ke rumah duka. Polsek Sumbul segera turun ke lokasi.

Warga melayat korban sebelum dikuburkan
Warga melayat korban sebelum dikuburkan

Hasil dari penyelidikan Polisi, motif tewasnya pelajar SMP itu karena bunuh diri. Diduga kuat karena orang tua korban tidak memberikan izin kepadanya menggunakan sepeda motor . Pihak keluarga tidak bersedia mayat korban untuk di-autopsi.

Sementara itu beberapa warga sekitar rumah duka menyebutkan penolakan orang tua terhadap anak juga harusnya dilakukan secara logika. Bisa mencontohkan resiko kaki patah atau laka lantas jika belum cukup usia menggunakan kendaraan. Dengan cara itu anak faham dan berfikir kalau menggunakan sepeda motor belum cukup usia disamping melanggar undang undang juga bisa berakibat fatal. (Hen)