Kriminal

Digrebek 2017, Kini Penambang Illegal Emas Kuta Usang “ Merdeka”

Polisi melakukan penangkapan penambang emas illegal tahun 2017

Sidikalang-Dairi Pers:  Setelah penggerebekan Tambang Emas ilegal di desa Kuta Usang,kecamatan Pegagan Hilir, Kabupaten Dairi yang dilakukan Kapolres Dairi Dedy Tabrani  tahun 2017 . Kini tambang emas illegal itu kembali menjadi perbincangan. Pasalnya aktifitas penambang liar justru tumbuh subur dan melakukan aksinya  bak “merdeka”  tanpa tersentuh aparat  hokum.

Kisah perburuan emas di Gunung Emas desa kuta Usang Pegagan hilir sepertinya sudah menjadi rahasia umum  dan sulit tersentuh hukum. Letaknya yang harus menjalani hutan register dengan berjalan kaki sekitar 20 km untuk sampai di TKP membuat aktifitas penambang liar sulit terdeteksi.

Saat dikonfirmasi kepada kepala desa kuta usang,Ojak Manik, terkait tambang emas yang berada dikawasan desa kuta usang,membenarkan bahwa pada sampai hari ini penambang liar yang ada di gunung mas tersebut semakin meraja lela dan tidak tersentuh oleh pihak penegak hukum.  Pihaknya juga tidak dapat berbuat banyak karena disamping lokasi yang jauh resiko juga cukup tinggi.

Saat awak Dairi Pers berkunjung ke Kuta Usang Senin(28/07) baberapa warga yang ada di desa Kuta using  berharap kepada pihak terkait dan aparat dapat menertibkan dan bila perlu melakukan kembali penangkapan penambang illegal.  

Dikatakan keberadaan  tambang emas illegal yang ada di desa kuta usang tersebut membuat masyarakat resah karena berdampak bagi rusakya hutan register. Bukan itu saja rasa khawatir longsor  bukit  gunung mas  akan berdampak luas bagi  kerusakan lingkungan seperti mata air  dan sungai yang pada akhirnya mempengaruhi kehidupan mereka akan kebutuhan air dan areal persawahan.

BB 81 Gram Emas

Penggerebekan tambang emas illegal yang langsung dipimpin Kapoalres Dairi AKBP Deddy Tabrani tahun 2017 setelah mendapatkan laporan dari Bhabinkamtibmas. Saat itu kapolres bersama personilnya langsung menuju lokasi dengan berjalan kaki.

Tidak sia sia kala itu polisi menangkap 5 orang tersangka penambang liar bersama sejumlah barang bukti berupa mesin dap dan peralatan pelombong emas. Lima orang yang ditanggap 3 merupakan warga Dairi dan 2 orang warga Sukabumi, jawa barat.

Dari pengakuan mereka selama dua bulan bekerja memperoleh 81 Gram emas. Dimana saat dijual di pasar illegal harga per gramnya Rp. 360.000.

Namun kini setelah beberapa tahun berlalu ternyata penambang illegal kembali melakukan aksinya . Tidak ada efek jera pasca penangkapan tahun 2017.  (Erikson Sirait)