Hukum Kriminal

Diduga Korupsi , Proyek Patok Jalan Lingga Raja Dicor Dirumah Rekanan ?

Proyek Delinator Rp. 191 Juta di Lingga Raja

Sidikalang- Dairi Pers : Proyek pembuatan patok jalan (Delinator)  tahun 2020 senilai Rp. 191 Juta di desa Lingga Raja Kecamatan Pegagagan Hilir, Kabupaten Dairi diduga beraroma korupsi. Pasalnya pembuatan patok jalan yang menurut RAB harusnya di cor ditempat justru diduga di cor dirumah rekanan. PPK dan Tim PHO tidak berani menegur rekanan nakal tersbut karena disebut sebut proyek bermasalah itu justru dikerjakan family oknum kepala dinas Drs. Datulam Padang, MM yang akan pensiun pada 4 Januari 2021.

Proyek Delinator Rp. 191 Juta itu disebut sebut dikerjakan anak Oknum kepala dinas yang merupakan salah satu proyek penghunjukan langsung dari dinas Perhubungan Dairi tahun 2020. Proyek yang terkesan asal jadi itu akhirnya mencuat pasca pemasangan delinator di tikungan jalan lingga raja sama sekali tidak menggunakan perancah (broti penahan) dan mall cor .

Diduga kuat tekhnik yang digunakan delinator yang dibeli langsung di cor ditempat lain. Setelah kering langsung membuat lobang pada titik titik yang  telah ditentukan untuk selanjutnya memasukkan delinator. Cara ini cukup mudah dan dapat mengirit puluhan juta rupiah karena tidak harus membeli broti sebagai penahan. Namun kelemahan tekhnik ini  patok jalan  mudah dibongkar dan rawan  untuk dicuri.

Pantauan Dairi Pers setelah seminggu pemasangan delinator jalan beberapa diantaranya terlihat miring. Sementara bukti menguatkan rekanan pekerja melakukan tekhnik nakal terlihat dari sekitar pemasangan patok jalan sama sekali tidak ditemukan rumput yang rusak sebagai tanda aktifitas pengecoran

Bukan itu saja tak satupun delinator yang dilengkapi broti penahan  maupun mall cor. Namun saying ualah  nakal sang rekanan  itu ternyata tidak mampu dihentikan tim PHO maupun PPK dinas perhubungan karena yang mengerjakan proyek diduga kuat anak  kandung Oknum kadis Perhubungan Dairi.

PPK Proyek Dinas Perhubungan Dairi  Mora S Bako sebelumnya kepada wartawan Dairi Pers Agam Surbakti yang mempertanyakan hal itu mengakui kalau proyek pemasangan delinator tersebut memang dicor ditempat lain dan bukan dilokasi. Harga untuk satu delinator Rp. 800.000,-. Namun Mora S Bako berkelit kalau alasan dinas memberikan pekerjaan proyek itu terhadap rekanan karena factor pengalaman.

Sementara itu sejumlah staf dinas Perhubungan Dairi yang berhubungan dnegan proyek tersebut enggan diwawancarai Dairi Pers. Mereka  meminta namanya tidak dicantumkan  yang mengakui kalau mereka tidak berdaya menegur rekanan yang mengerjakan proyek tersebut karena proyek sendiri dari awal sudah langsung diarahkan oknum kepala dinas kepada anaknya.

Proyek penghunjukan langsung di dinas tersebut sebanyak 3 paket dimana dua diantaranya diberikan kepada family oknum kadis.  Proyek lainnya yakni pembuatan pembatas jalan senilai Rp. 186 juta juga bermasalah yang dikerjakan CV Imoya PM . Perusahan ini sendiri berada di rumah anak Oknum Kepala dinas Perhubungan Dairi jalan Air Bersih Sidikalang.

Sedang untuk proyek Delinator senilai Rp. 191 Juta  diduga sengaja menggunakan perusahaan lain namun tetap dikerjakan oknum anaknya. Tekhnik ini diduga untuk mengelabui agar tidak ketahuan hamper semua proyek di dinas tersbut dikerjakan family oknum kepala dinas.

Hendaknya hal ini menjadi perhatian inspektorat Dairi sehingga jargon perubahan yang digaungkan Bupati Dairi DR Eddy Berutu tidak sekedar jargon yang pada kenyataannya sama sekali tidak ada perubahan ditangan oknum kepala dinasnya yang bertindak nakal(Hen)