Politik

Di Dairi, Persaingan Caleg Makin Tajam

Baliho Caleg Berjejer di depan Stadion lama Sidikalang

Sidikalang- Dairi Pers :  Terhitung sekitar dua bulan ke depan pemilu akan digelar. Fenomena baru muncul di Dairi dimana baliho caleg dari kabupaten, propinsi dan caleg DPR RI justru menjamur muncul. Bahkan sebelumnya tidak diketahui kini malah bertabur. Lokasi paling banyak terpasang sepanjang jalan lintas utama Pakpak Bharat- Sidikalang – Tanah Karo. Sementara itu disejumlah titik strategis stadion lama sidikalang, jalan letter S serta sebelum jembatan lae renun baliho caleg berjejer.

Pantauan Dairi Pers fenomena menjamurnya baliho caleg bulan bulan terakhir memasuki pemilu itu terlihat dari caleg Pusat dan Propinsi. Sedang caleg kabupaten menjamur sejak desember 2018 hingga januari 2019.

Sepanjang jalan Singamangajaraja Sidikalang hingga jalan ahmad yani merupakan  lokasi strategis pemasnagan baliho caleg. Tempat tempat kosong pinggir jalan menjadi lokasi pilihan mendirikan baliho. Namun baliho terbanyak berada di jalan lintas sumatera dari kecamatan sidikalang hingga kecamatan Sitinjo. Ratusan baliho bertabur dipinggir jalan dengan berbagai bentuk dan ukuran .

Masih pantauan Dairi Pers sejumlah baliho yang baru terpasang seperti baliho Jansen Sitindaon dari partai demokrat.  Sementara itu sejumlah baliho yang mendominasi untuk caleg propinsi seperti H. Anwar Sani Tarigan, Sumihar Sagala, Franc Bernhard Tumanggor, Leonard Samosir , Remitha Sembiring, Toni Togatorop, dan beberapa lagi  untuk caleg Propinsi.

Sedang caleg kabupaten di dapil I hampir semua caleg memasang balihonya. Resoalon Lumbangaol, Batara Sinaga, Lumban tobing,  Togar Pasaribu ,Sumatra Solin, Ridwan Sagala, Depriwanto Sitohang, Johanson Manik, Prokeri Ujung, Sabungan Tambunan, Ganda Situmorang, Marjan Lingga  ,Hendra Sinaga dan beberapa baliho  caleg dari partai yang baru mengikuti pemilu partai perindo dan PSI.

Persaingan Ketat

Sementara itu sejumlah caleg yang berhasil ditanyakan Dairi Pers akan konstalasi persaingan caleg mengakui cukup sulit. Rade Simamora Anggota DPRD Dairi mengakui cukup tajam persaingan tahun ini. Hal tersebut menurutnya berbeda dengan periode sebelumnya. Tingkat kesulitannya menurut  dewan tersebut yakni pola pendekatan yang nyaris sama pendekatan keluarga dan hubungan darah. Disisi lain banyaknya caleg membuat masyarakat mempunyai banyak pilihan sehingga menyakinkan mereka dibutuhkan usaha lebih.

Amatan Dairi pers persaingan semakin ketat tahun ini juga dilatar belakangi banyak hal. Salah satunya sejarah untuk pertama kalinya calon Golkar kalah dalam pilkada 2018. Hal tersebut diperkirakan berdampak dominasi mayoritas kursi dewan oleh partai legendaris itu akan bergeser menurun sehingga kesempatan bagi caleg lain dari partai lain untuk berebut.

Prediksi lainnya naiknya gaji dewan memicu persiangan semakin ketat dan keberanian caleg berspekulasi untuk mendapatkan kursi dewan semkin tinggi. Naiknya gaji menjadi motivasi yang justru menambah tingginya persaingan antar caleg. (R.07)