Pilkada

Depri Hanya Gugat Ijazah Pemenang Pilkada Dairi di MK

Parlemen Sinaga saat menghadiri Sidang pertama di MK

Sidikalang- Dairi Pers :  Pemeriksaan berkas dan sidang panel I atas usulan sengketa pilkada Dairi di Mahkamah Konstitusi (MK)  Jumat (27/7) selesai sekitar 12.00 WIB. Gugatan yang dilakukan pasangan Calon Nomor 1 pilkada Dairi Depriwanto-Azhar  melalui pengacaranya satu satunya hanya masalah Surat Keterangan Pengganti Ijazah (SKPI) Pemenang Pilkada Dairi. Selisih suara sama sekali tidak  ada dalam materi gugatan. Meski sesungguhnya Peradilan MK utamanya mengurusi sengketa selisih suara.

Komosioner KPU Dairi Fredy S  yang diwawancarai Dairi pers via ponsel usai sidang Panel  jumat (27/7) mengatakan inti gugatan paslon nomor 1 kepada KPU Dairi adalah masalah SKPI cabup Eddy Kelleng Ate Berutu.  “Agenda hari ini hanya pembacaaan tuntutan oleh pemohon dan jawaban termohon nantinya pada 31 Juli”, ujar Fredy.

Sementara itu kuasa Hukum Eddy- Jimmy Ucok Lumbangaol yang diwawancarai Dairi Pers menyebutkan sidang panel I berupa pemeriksaan kelengkapan dan pembancaan tuntutan pemohon. ” Yang kita dengarkan tadi pemohon mempersoalkan masalah SKPI. Selisih suara tidak ada masuk dalam usulan sengketa. Jawaban  termohon dalam hal itu KPU Dairi pada 31 Juli. Kalau saya perkirakan 1 Agustus sudah jelas putusan apakah gugatan ini dilanjutkan dengan sidang atau ditolak”, sebutnya.

Disebutkan Ucok Sidang di MK hari ini hakim panel sebanyak 3 orang dipimpin oleh ketua Panel Anwar  . Dari pihak pemohon juga didampingi kuasa hukum. Sedang pihak KPU Dairi pengacaranya berasal pengacara KPU RI. Sedang pemenang pilkada Dairi hanya pihak terkait, sebut Ucok.

Dikatakan Ucok dalam Sidang itu pemohon pasangan calon Deperiwanto Sitohang dan Azhar Bintang tidak terlihat di ruangan sidang panel  MK. Namuan pengacaranya atau kuasa hukumnya hadir .

Prediksi Ditolak

Sementara itu ketua Pemenangan  Eddy- Jimmy, Drs. Parlemen Sinaga yang juga tengah berada di gedung MK saat dikonfrimasi  Dairi Pers.com memprediksi gugatan bakal ditolak. “ Saya sudah dua kali bersidang dalam sidang sengketa Pilkada di MK. Berdasar pengalaman itu saya  memprediksi ini ditolak karena inti utama di MK adalah selisih suara. Kalau selish tipis 2 % mungkin bisa dilanjutkan, namun kalau Dairi selisih hingga 18 %.  Jadi secara logika hukum dan aturan bisa memprediksi akhir dari pendaftaran gugatan ini akan ditolak , sebutnya.

Saat ditanyakan  perihal sidang panel hari ini dikatakan Parlemen Sinaga masih pembacaan tuntutan pemohon, Untuk jawaban termohon akan dalakukan pada selasa (31/7). Putusan  gugatan ini dilanjutkan atau ditolak pada Rabu (1/8) , ujar Parlemen. (Hen)