Nasional

Demo Omnibus Law di Istana Ricuh, Ini daftar Daerah Demo Meluas

demo Omnibus law

Jakarta- Dairi Pers : Demo gabungan mahasiswa dan buruh di kawasan Istana Merdeka berujung ricuh. Polisi akhirnya menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Semula, aksi berjalan dengan damai di kawasan simpang Juanda-Hayam Wuruk atau lebih dikenal dengan Harmoni. Massa beroperasi menolak omnibus law UU Cipta Kerja.

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto juga terus mengimbau agar aksi tetap berjalan damai. Sehingga tak perlu ada benturan antara polisi dan massa.

Namun, kondisi berubah menjadi ricuh. Massa melempari polisi dengan berbagai barang, seperti botol air mineral. Polisi akhirnya melepaskan gas air mata ke arah massa. Pimpinan aksi di mobil komando terus meminta massa untuk tenang. Tapi, imbauan itu tak digubris. Massa terus melempari polisi.

Polisi membalas dengan tembakan gas air mata. Polisi juga menerjunkan water cannon.

Masa lalu lari kocar-kacir ke berbagai arah. Tapi, mereka tak menyerah. Mereka terus melempari polisi dengan batu dan benda keras lainnya.

Demo meluas ini Setelah DPR mengesahkan Omnibus Law UU Cipta Kerja, aksi demo terjadi di berbagai daerah. Mereka menuntut undang-undang itu dicabut atau direvisi. Pada Kamis (8/10), aksi terjadi di berbagai daerah meski tak digerakkan serentak.

Berbagai elemen masyarakat seperti buruh dan mahasiswa turun ke jalan. Sayangnya ada sejumlah aksi yang disusupi hingga berujung ricuh.

Aksi ini juga berpotensi menjadi klaster penularan corona karena berkerumun dalam jumlah banyak.

Berikut  aksi di berbagai daerah:

– Sumatera Utara: aksi sejak pukul 12.30 WIB di depan gedung DPRD Sumut ricuh.

– Kota Tanjungpinang, Kepri: mahasiswa merangsek, coba masuk kantor DPRD Kepri.

– Jambi: aksi sejak pagi. Kantor DPRD Kota Jambi kacanya dipecahkan, pelakunya 29 pelajar.

– Lampung: aksi pada Rabu (7/10) ricuh. Polisi masih mencari siapa saja pelaku yang terlibat.

-Jakarta: massa memanas di depan Istana, polisi tembakkan gas air mata.

– Tangerang: rusuh di perbatasan Bitung Jaya, 1 orang ditangkap. Di Jalan Raya Daan Mogot, Batu Ceper, massa jebol barikade polisi, 1 mobil dirusak.

– Bogor: massa bakar ban di depan Istana Bogor. Polisi dan TNI jaga ketat Istana Bogor

– Depok: mahasiswa Gunadarma menyusup dari barikade polisi. Mereka juga melempari batu dan air mineral ke arah polisi

– Bekasi: mahasiswa blokir jalan

– Bandung: ricuh dan blokir jalan

– Kota Sukabumi: aksi di DPRD Kota Sukabumi, kelompok berpakaian hitam terobos barikade polisi. 69 orang diamankan.

– Kota Tegal: DPRD-nya digeruduk.

– Yogyakarta: ricuh. Massa lempar batu ke gedung DPRD DIY, polisi tembakkan gas air mata.

– Malang: massa merusak transportasi dan berbagai fasilitas umum, polisi tembakkan gas air mata.

-Bali: massa lempar batu ke arah DPRD, polisi tembakkan gas air mata.

– Pontianak, kantor DPRD Kalbar jadi lautan manusia. Ricuh, gas air mata.

– Manado: jalan di depan gedung DPRD provinsi jadi lautan manusia. Meski hujan, semangat massa aksi tak berkurang.

– Ternate, Maluku Utara, juga, diawali salat jenazah dan kerandanya bertuliskan DPR. Sore ricuh, gas air mata.

– Kendari dari pagi mahasiswa tumpah ke jalan. Gas air mata, dsb.

– Kolaka Utara: Kantor DPRD Kolaka Utara diduduki mahasiswa.

-Gorontalo: demo ricuh. – Makassar: demo ricuh. Polisi dilempari molotov

– Kupang, NTT: nampak aman, kondisi hujan.

– Sukabumi, 8 mahasiswa dilarikan ke RS.

– Palu ricuh, 28 orang diamankan. Tolitoli juga ricuh, 8 mahasiswa diamankan.

– Manokwari, Papua Barat: demo terkendali. (Hen)