Hiburan

Dekranasda Dairi Dan Kegiatannya 2019

Ketua Harian Dekranasda Dairi Rahmadsyah Munte

Sidikalang- Dairi Pers : Ketua Harian Dekranasda Dairi Rahmadsyah Munte menyampaikan sejumlah keterangan berkaitan dengan sejumlah kegiatan Dekranasda Dairi yang berlangsung selama 2019. Pihaknya menyebutkan hampir disemua event yang dilakukan sukses dan mendapat sambutan para pengujung.

Namun demikian Rahmadsyah Munte menyebutkan perlunya klarifikasi dan pelurusan pemahaman dalam kegiatan itu sehingga tidak menjadi “diplesetkan” sehingga jelas keberadaan dan kinerjanya.

Berikut keterangan Rahmadsayh Munte sekaitran dengan dekranasda Dairi

  1. Dekranasda merupakan organisasi yang bertujuan melaksanakan pembinaan dan pengembangan pelaku kerajinan di Kabupaten Dairi. Sebagai mitra Pemerintah Daerah dalam menjalankan fungsinya, Dekranasda Kabupaten Dairi turut membantu memberikan masukan dalam perumusan kebijakan dan program dalam rangka pembinaan dan pengembangan industri kerajinan. Dekranasda Kabupaten Dairi menyadari bahwa Pemerintah Kabupaten Dairi memiliki keterbatasan belanja dalam APBD, maka untuk itu Dekranasada berinisiasi mencari alternative pembiayaan untuk pembinaan pengrajin lewat dana CSR PT. Inalum. Dalam pengusulan hingga disetujuinya proposal Dekranasda oleh PT. Inalum tentunya Dekranasda Kabupaten Dairi meminta pendampingan dan pendapat kepada Pemerintah Kabupaten Dairi dalam hal ini instansi terkait untuk menimbang aspek hukum dan pengelolaan keuangan yang bersumber dari CSR dimaksud;
  2. Berdasarkan Perjanjian Kerjasama antara PT. Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Dairi, bahwa pihak Inalum dalam rangka pelaksanaan program tanggung jawab social dan lingkungan (corporate social responsibility) memberikan kontribusi berupa dana pemberdayaan pengrajin tenun ulos Silahisabungan kepada pihak Dekranasda Kabupaten Dairi dengan bekerjasama dengan lembaga/yayasan yang kredibel dalam bidang pengembangan produk tenun ulos yakni Yayasan Merdi Sihombing;
  3. Lingkup kegiatan pemberdayaaan pengrajin ulos berupa pelatihan, produksi kerajinan tenun ulos, pendampingan, pemasaran dan promosi dalam dan luar negeri.
  4. Latar belakang program ini :
  5. Silahisabungan sebagai salah satu kecamatan yang masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasionalmemiliki salah satu potensi yakni para penenun yang harus dikembangkan baik sumber daya manusianyanya maupun produknya. Dimanasaat ini para penenun Silahisabungan hanya menghasilkan ulos untuk keperluan adat saja, maka lewat program ini para penenun akan dilatih melakukan diversifikasi atau pengembangan produk yakni menghasilkan tenun untuk kebutuhan fashion dengan harapan pasar akan lebih terbuka lebar;
  6. Secara makro pada tahun 2018, IKM tenun dan batik telah menghasilkan 53,3 juta dolar AS untuk perekonomian nasional, maka ini adalah peluang pasar bagaimana agar pengrajin Kabupaten Dairi khususnya Silahisabungan dapat berkontribusi dan terangsang untuk eksport hasil tenun;
  7. Konsep program :
  8. Konsep kegiatan ini adalah sustainable dan padat karya. Tidak berhenti pada 25 orang saja, namun juga menjangkau kepada penenun lainnya. Manfaatnya juga harus dirasakan masyarakat sekitar. Sistem kerjanya diatur, seperti masyarakat dapat menjual tumbuh-tumbuhan sebagai bahan pewarna alami, ada yang diupah sebagai panirat, penggulung, menggatip, martibobo dan menenun. Artinya satu produk dihasilkan lewat sentuhan beberapa orang yang tentu berdampak pada pendapatan ekonomi masyarakat sekitar; 
  9. Program ini tidak menghalangi/melarang para penenun untuk tetap memproduksi tenun ulos adat sebagai asset kearifan lokal, bahkan dengan program ini akan menambah pendapatan penghasilan penenun karena penenun dapat menghasilkan tenun ulos adat dandiversifikasi produk tenun untuk fashion;
  10. Produk tenun yang dihasilkan adalah dengan menggunakan pewarna alami yang memanfaatkan endemis atau tumbuhan yang tumbuh di sekitaran Silahisabungan sehingga dapat menjaga kelestarian danau toba dari pencemaran limbah pewarna kimia yang selama ini digunakan para penenun Silahisabungan;
  • Kepesertaan :
  • Dalam tahap awal ini dilakukan pelatihan pengembangan kepada 25 orang penenun yang dimulai dari bulan September 2019. Melihat banyaknya para penenun di Silahisabungan maka Dekranasda berkoordinasi dengan Camat dan Kepala Desa untuk membantu memilih kepesertaan di tahap awal ini;
  • Dekranasda Kabupaten Dairi juga menjadikan program ini sebagai gerakan ‘women empowerment’ yang membawa manfaat penting untuk membina perempuan agar mandiri secara ekonomi. Mengingat bahwa mereka juga punya kapasitas untuk berperan dalam memberikan manfaat ekonomi, baik bagi keluarga maupun social;
  • Terhadap pemberitaan yang menyatakan para penenun merugi/ pendapatan menurun, dapat kami jelaskan :
  • Bahwa kegiatan pemberdayaan tenun ini adalah menciptakan produk tenun untuk kebutuhan fashion. Tentu ditahap awal ini masih dirasakan beberapa kendala oleh penenun yang belum terbiasa menggunakan benang yang lebih halus dari biasanya. Dan skill/kemampuan penenun tidak meratasehingga volume produk yang dihasilkan masih relative kecil dan tentunya ini masih dalam proses pembelajaran untuk perbaikan ke depan. Lewat promosi yang telah dilaksanakan baik di Jakarta maupun di Belgia atas permintaan pasar yang mulai bangkit maka akan memacu para penenun untuk cepat terampil;
  • Kemudian produk diversifikasi/ pengembangan ini bukan diproyeksikan untuk dijual perlembar. Berbeda dengan tenun ulos adat yang dijual perlembar yang pemakaiannya diselempangkan di badan,produk diversifikasi produk ini menjadi bahan baju dimanauntuk keperluan 1 baju menggunakan 4 lembar kain tenun yang dihasilkan;
  • Selain untuk kebutuhan baju/fashion, para penenun lewat program ini juga akan diperiapkan untuk membuat runner, hanging dan aneka souvenir lainnya sebagai penunjang program pariwisata;
  • Merdi Sihombing dalam program ini adalah bukan penampung hasil tenun sesuai pemberitaaan yang ada, Merdi Sihombing sebagai pihak yang berkompeten yang dihunjuk dalam pengembangan tenun ulos dengan konsep eco-fashionmulai dari pelatihan hingga membantu pemasaran;
  • Promosi :

Upaya pemasaran dan mempromosikan produk diversifikasi tenun ulos yang diberi nama “Ulos Silahi” dengan cepat dilakukan Dekranasda dengan bekerjasama dengan beberapa pihak yang dibantu Dinas terkait dan Merdi Sihombing. Hanya dengan waktu kurang lebih 3 bulan dari dimulainya program ini, beberapa event telah diikuti untuk mempercepat promosi sehingga harapannya tenun silahi lebih cepat dikenal dan mendorong serta memunculkan semangat para penenun Silahisabungan. Diantaranya :

  1. Pameran Kriya Nusa 11-15 September  2019 di Balai Kartini Jakarta

Dibuka langsung oleh Ibu Negara RI

  1. Eco Fashion Indonesia 2019  di Belgia

Acara pembukaan Eco Fashion Indonesia langsung dibuka oleh Duta Besar Indonesia untuk Belgia Bpk. Yuri Octavian Thamrin. Acara ini bekerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia.

Ket. Bersama Dubes Indonesia untuk Belgia dan Perwakilan Kadin Indonesia

  • Filantropi Eco Fashion Week 2019 Kuningan, Jakarta 2-3 November 2019

Ketua Dekranasda Kabupaten Dairi menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan ini

  • Ulos Fest 2019 Di Museum Nasional Indonesia, Jakarta  12-16 November 2019

Dibuka oleh Gubernur Sumatera Utara dan dihadiri Ketua MPR RI dan tokoh-tokoh Sumatera Utara yang ada di Jakarta.

  • I Fashion Festival dan The Materpiece 2019, Jakarta 11 Desember 2019

I fashion menampilkan koleksi Merdi Sihombing ulos Silahi yakni produk diversifikasi tenun silahisabungan yang dikerjakan oleh 25 orang penenun Silahisabungan tersebut.

Host pada acara tersebut adalah Sere Kalina seorang pembawa acara dan peserta Miss Indonesia 2015 dengan menggunakan pakaian berbahan hasil tenun penenun Silahisabungan.

 (Ipen)