Hukum

Curigai Kades, Puluhan Warga Parbuluan II Mengadu

Pengaduan Warga Desa Parbuluan II

Sidikalang-Dairi Pers : Puluhan warga desa Parbuluan II melalui surat tertulis tertanggal 7 Juni 2019 mengadukan kepala desanya kepada camat Parbuluan Pandapotan Situmorang memohon transparansi penggunaan dana desa 2018. Mereka menilai penggunaan dana desa tahun 2018 sarat korupsi dan tidak sesuai besaran anggaran dan fisik yang dikerjakan.

Namun demikian hingga akhir bulan Juli 2019 tidak juga ada realisasi pemanggilan maupun respon camat akan aduan warganya.

Sejumlah warga yang membubuhkan tanda tangan permohonan kepada camat agar tuntutan mereka dipenuhi yakni S, Manuntun Situmorang, Jaidin Sinaga, Alimot Sinaga serta 23 nama lainnya warga Parbuluan II  dalam lampiran.

Dalam aduannya mereka melampirkan pembangunan fisik di desa tersebut yang dianggap besarannya tidak sesuai dengan alokasi besarnya anggaran yang dikucurkan. Mereka juga meminta camat untuk memperhatiakn ADD tahun 2019 agar nantinya tidak digunakan untuk menyelesaikan masalah proyek air minum yang tidak berfungsi pada proyek sebelumnya.

Mereka dengan tegas menolak menggunakan dana desa tahun 2019 untuk menyelesaikan masalah air minum sementara peruntukkan dana desa 2019 masih banyak dapat dialokasikan ke bidang lain yang lebih berdampak positif kepada masyarakat .

Dalam surat aduannya warga melampirkan sejumlah proyek fisik seperti pembuatan plat beton sepanjang 172 meter X 6 meter dengan biaya Rp. 172 juta yang diduga tidak sesuai kualitas bangunan dengan besaran anggaran yang dikucurkan. Warga menduga dalam proyek ini diduga ada mark up anggaran sehingga terindikasi korupsi.

Dalam surat aduan  juga menyertakan RAB dan gambar pekerjaan dan proyek yang dibiayai ADD tahun 2018 untuk desa Parbuluan II. Mereka menyebutkan perlunya Camat melakukan perhatian dan pengawasan dalam pengerjaan Dana Desa karena merupakan hak rakyat desa.

Dalam surat tersebut warga mengancam jika pihak Camat tidak memperhatikan surat mereka maka selanjutnya akan menempuh jalur hukum melalui tipikor.

Camat parbuluan Pandapotan Situmorang yang coba dikonfrimasi Dairi Pers perihal surat warganya itu senin (22/7) via pesan singkat tidak dijawab. Sementara beberapa kali nomor Handphonenya dihubungi meski terdengar suara panggilan masuk namun sama sekali tidak digubris oknum camat. (Hen)