Bisnis

Corona, Pendapatan Pabrik Tahu di Sidikalang Menurun Separuh

Sidikalang- Dairi Pers : Pabrik pengolahan tahu di simpang gardu, Panji Sibura Buta, Kecamatan Sidikalang, Dairi mengaku sejak merebaknya isu Corona di Dairi omzet penjualan menurun sekitar separuhnya. “ Gimana bang mau dibilang lagi sekarang pedagang perantara yang biasanya ke kecamatan juga tidak datang lagi . Mereka takut karena Corona ini jadi kita hanya menjual di Sidikalang saja”

Demikian Romdan pengusaha pabrik tahu yang masih tradisional jumat (3/4). “ Biasanya kita bisa mengolah sekitar 100 Kg per hari namun sejak dua minggu ini terus menurun dan sekarang paling separuhnya yang laku. Alasannya beberapa pedagang perantara tidak berani keluar karena Corona.  Kita sebagai pelaku usaha kecil berharap secepatnya badai corona ini berakhir. Kalau waktu lama maka kita akan menderita” sebutnya.

Dikatakannya usaha Tahu lumayan beresiko karena harus tepat perhitungan waktu. “ Kalau satu hari tidak habis dipasarkan maka besoknya sudah asam jadi tidak bisa lagi kita jual. Karena corona ini tiba tiba maka perhitungan kita juga jadi salah sehingga lumayan merugi” tambahnya

Saat ditanyakan apa harapannya kepada pemerintah dikatakan banyak pengusaha kecil sepertinya di Dairi yang terimbas karena pandemik Corona. “ Jika memungkinkan sebenarnya ada bantuan pemerintah sementara sehingga kita bisa bertahan.  Dengan menurunnya produksi maka untuk membayar gaji karyawan saja sulit.  Saya rasa hampir semua pekerja seperti saya merasakan dampaknya. Jadi kita berharap sajalah perhatian pemerintah “ harapnya.

Kuliner Buka Tutup

Sementara itu sejumlah tempat penjualan makanan dan rumah makan di Sidikalang sejak isu Corona menyebar kondisinya buka tutup. Pasca salah seorang pasien Covid-19 Sidikalang yang dinyatakan sudah sembuh terlihat mulai jumat (3/4) sejumlah warung makan sudah mulai buka kembali. Beberapa rumah makan membuat kebijakan hanya melayani pembelian bawa pulang saja.

Sementara itu kondisi pekan di Dairi terlihat jauh dari biasanya. Pembatasan waktu untuk berbelanja juga dilakukan hingga pukul 14.00 WIB saja pada hari pekan.  Jumlah transaksi diakui pedagang menurun tajam . Namun  Boru manik seorang  pedagang beras di kompleks pasar Sidikalang Rabu (1/4) silam mengakui kalau penjualan justru meningkat. Kemungkinan warga melakukan stok di rumah.

Hampir semua warga pelaku bisnis yang dikonfrimasi Dairi Pers berharap sama yakni virus Corona ini cepat berlalu. Kondisi yang semakin lama membuat mereka khawatir. (Parlin)