Peristiwa

Camat Tigalingga & Satgas Covid Desa Palding Jaya Bubarkan Pesta Adat

Pembubaran Pesta Adat Saur Matua oleh Satgas Covid desa Palding

Sidikalang-Dairi Pers : Camat Tigalingga T.S Tamba bersama satgas Covid 19 desa Palding Jaya Sumbul kecamatan Tigalingga selasa (27/7/2021) terpaksa harus membubarkan pesta adat saur matua di Dusun Sumbul Karo Desa Palding Jaya Sumbul Kec.Tigalingga. Tindakan tegas  ini harus diambil karena pesta yang dilakukan dinilai sudah melanggar  Inbup No.188.5/4504 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3.

Pesta adat sendiri merupakan pesta untuk memberangkatkan jenazah warga yang meninggal dunia. Pesta demikian merupakan hal wajar dilakukan bagi orang tua yang sudah lanjut usia . Namun pada masa pandemic pesta demikian dibatasi waktunya . dan harus memenuhi sejumlah aturan prokes .

Sebelumnya keluarga yang mengadakan hajatan sudah berkordinasi dengan satgas Covid desa dan diterangkan semua hal berkaitan dengan Instruksi Bupati. Dan hal itu disanggupi keluarga. Namun dalam pelaksanaannya batas waktu hingga pukul 13.00 WIB tidak dipenuhi keluarga yang punya hajatan sehingga Satgas Desa menghubungi Camat Tigalingga.

Camat bersama stafnya yang langsung ke acara hajatan melakukan pendekatan persuasif  kepada warga yang menggelar pesta adat dan pesta untuk pemakaman itu akhirnya dapat dibubarkan.

Camat Tigalingga TS Tamba via ponsel selasa (27/7/2021) menguraikan dirinya ditelepon satgas Covid desa untuk turun ke lapangan karena sudah mencoba mengingatkan yang punya hanjatan soal batas waktu. Namun dikarenakan acara adat yang cukup panjang akhirnya satgas desa dirasakan tidak diindahkan hingga melaporkan hal itu kepada Camat.

Tamba menyebutkan tindakan tegas harus dilakukan menindaklanjuti Inbup No.188.5/4504 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3.  Berkiatan dengan pesta duka cita selain kasus suspek/probable/terkonfirmasi Covid-19 di ijinkan disemayamkan di rumah duka paling lama 2×24 jam dengan prokes yang sangat ketat, dan pada saat pelaksanaan rangkaian adat agar dipersingkat paling lama harus selesai pukul 13.00 WIB.

Instruksi Bupati Dairi tersebut harus dilakukan hingga ke level desa dan dusun guna memutus penyebaran Covid 19. Disamping waktu yang harus tegas kami juga tetap tegas mengingatkan akan sejumlah aturan prokes bagi yang melakukan acara yang berpotensi mengundang kerumunan, Sebut Camat

Camat Tigalingga meminta warganya karena pandemic masih terus terjadi maka satu satunya cara tetap menjaga prokes. Berkordinasi dan taat dengan tim satgas bagi yang melakukan acara hajatan dan ikut Vaksinasi Covid 19, sebutnya ( Tupang Sianturi)