Lokal

Bupati Dairi Tinjau Irigasi Lae Pangaroan , Camat Minta Jembatan Dibangun

Bupati Dairi DR Eddy didampingi Camat Silima Punggapungga tinjau Jembatan putus

Sidikalang- Dairi Pers : Amblasnya jembatan desa Lae Pangaroan menuju Lae Panginuman , kecamatan Silima Punggapungga Dairi tahun silam sangat berpengaruh pada sistim irigasi pertanian desa Lae pangaroan.  Sungai Takal ale yang mengalir dibawah jembatan ikut terganggu . Padahal sungai ini menjadi nadi irigasi.  Camat Silima Punggapungga Saut Maruli Sinaga, S. Sos menyampaikan kepada Bupati Dairi betapa urgentnya jembatan dan saluran irigasi ini dan secepatnya dapat dibangun kembali.

Dalam kunjungan kerja Bupati ke kecamatan Silima Punggapungga jumat (14/2) didampingi sejumlah OPD dan kabid Pengarian Dinas PUPR Dairi Wandy Tumanggor, bupati Dairi DR Eddy Berutu mendapat penjelasan akan putusnya jembatan dan terganggunya areal persawahan masyarakat akibat bencana yang terjadi tahun silam.

Camat Silima Punggapungga Saut Maruli Sinaga menjelaskan jembatan sangat urgent sebagai transportasi ke daerah pertanian rakyat di dua desa. Dengan putusnya jembatan maka petani dan mobil pengangkutan harus memutar cukup jauh . Hal itu berdampak naiknya biaya operasi yang harus ditanggung petani.

Harapan dan permohonan masyarakat agar perbaikannya dapat cepat. Sudah setahun warga terganggu termasuk anak sekolah yang harus menuju Parongil untuk bersekolah . Ini sangat diharapkan masyarakat lae Pangaroan dan Lae Panginuman. Demikian saluran irigasinya banyak terganggu hingga hasil panen petani padi kurang maksimal, sebut Camat.

Di lokasi ini  Bupati Dairi DR Eddy Berutu menyampaikan agar Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang segera melakukan perbaikan dan berkordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat pembangunan jembatan penghubung desa tersebut . Demikian saluran irigasinya harus menjadi prioritas karena merupakan kebutuhan utama masyarakat dalam pertanian.

Dikatakan dengan kondisi itu tentunya  cukup memberatkan masyarakat . pemerintah harus secepatnya hadir . “ Kita ketahui anggaran daerah terbatas namun melihat kondisi yang ada pembangunan jembatan yang menghubungkan dua desa tersebut harusnya sudah prioritas. Tahun ini jembatan ini harus rampung dan dapat dilalui masyarakat.  Saya mendapat laporan sepanjang jalan yang menghubungkan kedua desa ini penuh dengan areal perladangan warga. Jadi pemerintah harus hadir dikondisi begini. Tahun ini juga kita rampungkan  sehingga masyarakat tidak terganggu lagi “ sebut Bupati. (Agam)