Lokal

Bupati Bertemu PPL, DR Eddy : Selfie OK, Kerja Tak Beres Evaluasi

Bupati Eddy Selfie dengan para PPL Se Dairi

Sidikalang-Dairi Pers : Ada perlakuan istimewa ketika Bupati DR Eddy Keleng Ate Berutu bertemu dengan para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kabupaten Dairi pada Selasa (3/9) di Pendopo Bupati Dairi. Orang nomor satu kabupaten Dairi itu mengajak para ujung tombak penyuluh di desa itu berfoto dengan kamera Hpnya. Suasana gembira terlihat dari para PPL yang selama ini menghabiskan waktu di lapangan. Mereka mengeluarkan gaya dan stylenya ketika bupati mengajak mereka bergabung berfoto.

Kepada Dairi Pers  Bupati Dairi DR Eddy Berutu menyebutkan selfie Ok dan itu mengembirakan kepada saya juga kepada para ujung tombak penyuluh pertanian kita. Tetapi tugas dan tanggung jawab mengurusi petani hukumnya wajib. Tidak beres evaluasi sebut DR Eddy sambil tertawa berkelakar ketika ditanyakan Dairi Pers.

Dikatakan Eddy Berutu pertanian menjadi target utama pemkab Dairi. PPL menjadi ujung tombak nasib petani. Mereka berjibaku dilapangan dan salah satu unsur penentu kesejahteraan masyarakat karena penduduk Dairi 90 persen hidup dari sektor pertanian. “ menyadari beratnya tugas mereka Saya ingin memberikan mereka semangat, perhatian dan motivasi agar lebih serius dan tulus dalam pembinaan petani. Namun tetap bagi mereka yang tidak merubah cara kerja dan masih bergaya lama maka kita akan lakukan evaluasi. Pertanian rakyat harga mati untuk peningkatan kesejahteraan. Saya ingin mereka tidak main main dan meninggalkan gaya kerja lama beralih ke pola kerja perubahan yang menitik beratkan pada skala pencapaian “ sebutnya.

Pertemuan Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu bersama Koordinator PPL se Dairi untuk membahas evaluasi rencana defenitif kebutuhan kelompok (RDKK) serta penyaluran dan pengawasan pupuk bersubsidi di Kabupaten Dairi.

Dalam pertemuan itu Bupati meminta para Koordinator melaporkan RDKK serta  keluhan dan masukan  yang dirasakan dilapangan .Dari berbagai penjelasan yang diterangkan oleh para Koodinator PPL kepada Bupati Dairi, mereka menyampaikan bahwa kendala yang dihadapi adalah terkait dengan kurangnya fasilitas memadai seperti jaringan dan laptop yang belum mencukupi sehingga proses entry data RDKK menjadi terkendala.

Kendala lainnya kurangnya tenaga penyuluh di lapangan mengingat luasnya cakupan desa yang harus dijalani oleh para penyuluh di lapangan..

Kadis Pertanian Dairi  Ir Herlina Lumbantobing menyampaikan bahwa data yang telah direkap per 30 Agustus, membentuk kelompok baru seperti di Kecamatan Sidikalang dengan penambahan 20 kelompok tani. Hingga 30 Agustus yang sudah masuk dalam RDKK sebanyak 43. 465 KK dan sesuai data dari statistik telah terdata kurang lebih sebanyak 67. 800 KK. “Jadi sampai 30 Agustus RDKK telah terdata sebanyak 64,1 %,” jelasnya.

Bupati Dairi DR Eddy Berutu  dalam arahannya mengingatkan urgent dan beratnya khakikat tugas PPL sebagai ujung tombak pertanian .  Maka dalam tugasnya harus memiliki skill (keahlian) dan knowledge (pengetahuan) khususnya dalam membina para petani.. “Jadi ini masukan, kebijakan kita untuk ke depan harus di programkan dan harus di anggarkan untuk melatih keahlian dan pengetahuan para koordinator PPL termasuk melatih skill menyelesaikan suatu masalah,” ujar Bupati.

Dikatakan pemkab akan menyediakan secara bertahap alat pengukur PH tanah karena alat tersebut sangat di butuhkan oleh para PPL dan penyediaan alat pengukur PH tanah tersebut harus juga di tunjukkan dengan kinerja yang baik .

 “Kita akan pantau untuk hal ini dan akan kita pilih orang-orang yang telah berpengalaman agar bisa efektif untuk membantu masyarakat dan pemerintah dalam menjalankan programnya,” ucapnya. terkhusus penyaluran dan pengawasan pupuk bersubsidi, Bupati tegas  menginstruksikan kepada pihak-pihak terkait agar menjalankan tugasnya dengan baik sehingga penyerapan pupuk dapat terlaksana dengan maksimal dan target tanam para petani tidak terhambat. Untuk perencanaan 2020 RDKK, Beliau menginstruksikan agar seluruh petani yang memenuhi kualifikasi untuk masuk ke dalam kelompok tani karena hal itu yang akan menjadi acuan untuk pendistribusian pupuk bersubsidi.

Diakhir sambutannya Bupati mengingatkan kembali beratnya tugas PPL namun mulia untuk pembinaan petani yang berjibaku di desa. “ Saya ingatkan untuk tidak bermain main dengan rakyat yang berpropesi sebagai petani. Utamakan tulus, jujur dalam bekerja. Jangan “memproyekkan” petani. Jika ketahuan dan ada barang buktinya maka pemkab akan tegas mengambil tindakan” tegasnya (Hen)