Kriminal

Brondong Lemas Digrebek Bersama Janda di Hotel

ilustrasi grebek

Jambi- Dairi Pers : Janda berusia 43 tahun pucat saat digerebek polisi di kamar hotel, Simpang III Sipin, Kota Baru, Jambi.

Ia tak menyangka aksinya kencan dengan brondong muda berusia 27 tahun di sebuah kamar hotel kepergok polisi.

Sementara itu, sang brondong juga syok karena begitu pintu kamar hotel dibuka yang muncul petugas yang langsung membrondongnya dengan sejumlah pertanyaan.

 Kepada petugas, awalnya mereka mengaku adalah pasangan yang sedang berpacaran.

Namun belakangan kemudian terungkap, si berondong pesan janda cantik melalui Open Booking Out (BO) melalui aplikasi kencan MiChat. sang wanita berasal dari Semarang. Sang janda cantik datang ke Jambi mencari nafkah dengan pelayanan open BO di MiChat.

Sang janda cantik open BO di MiChat yang akhirnya mendapatkan laki-laki hidung belang berondong. Tapi nasibnya kurang bagus, dia tertangkap.

Ada-ada saja kelakuan orang yang kepepet, seperti janda cantik asal semarang berikut ini.

Janda empat anak di Kota Jambi sedang asyik mencumbu pria yang 10 tahun lebih muda.

Namun peristiwa tak terduga terjadi. Saat sedang asik bercumbu, E (27) duda anak satu dan S (37) janda anak empat digerebek.

Mereka kaget saat ada penggerebekan di sebuah rumah kos di kawasan Simpang III Sipin, Kota Baru.  Kedua pasangan yang bukan suami isteri tersebut masih mengenakan pakaian setengah terbuka.

Kepada petugas, keduanya mengaku sepasang kekasih, yang akan menikah dalam waktu dekat.

“Ini pacar saya, Pak. Rencananya mau nikah,” kata E.

Sementara itu, janda bernisial S mengaku baru beberapa hari di Jambi.

Ia mengaku diajak E, dari kampung halamannya Semarang, Jawa Tengah.

Ngakunya asal Semarang

Kepada petugas, keduanya mengaku telah berstatus duda dan janda, datang ke Jambi untuk mencari pekerjaan.

“Kalau saya duda anak satu, mas. Kalau dia janda anak empat. Ke sini rencananya mau kerja,” ujar E.

Keterangan dari pasangan tersebut tidak sepenuhnya dipercayai petugas.

Kanit Reskrim Polsek Kota Baru, Ipda Rizki M Ramadhan, yang memimpin operasi penyakit masyarakat menggali informasi lebih dalam.

Keduanya diperiksa dan dibawa ke Mapolsek Kota Baru.

Dari ponsel milik S, Ipda Rizki menemukan ada aplikasi Mi Chat milik S.

Setelah isi chat itu dibaca, ada temuan fakta mengejutkan.

“Jadi ngakunya sudah pacaran, dibawa dari Semarang. Setelah kita cek, ternyata dia ini cewek Mi Chat dan memang melayani tamu laki-lakinya,” kata Rizki

Sementara E, mengaku tidak mengetahui profesi wanita yang diakuinya sebagai calon isterinya tersebut. Guna pemeriksaan lebih lanjut, pasangan yang bukan suami isteri tersebut dibawa ke Mapolsek Kota Baru.

“Ini merupakan tindak lanjut kita terhadap keluhan masyarakat, keduanya kita bawa ke kantor untul proses lebih lanjut,” kata Rizki.

Janda di Aceh

Kisah penggerebekan lainnya terjadi di Aceh.

Seorang janda muda tepergok berzina dengan pemuda di sebuah hotel.

Ternyata, janda muda itu memasang tarif cukup tinggi.

Kasus bermula dari kecurigaan atas seorang janda muda yang kerap gonta ganti pria, sebelum ditangkap satpol PP.

Dia tertangkap saat berzina dengan seorang berondong di sebuah hotel.

Janda beranak satu itu terciduk di dalam kamar bersama pria muda di Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh, beberapa waktu lalu. 

Petugas membawa IA (35) dan pasangannya, seorang pria muda alias berondong,  IJS (28), untuk diperiksa.

Warga di tempat IA tinggal memang sudah lama mencurigai praktik prostitusi mandiri IA.

Pasalnya, warga mengaku kerap memergoki IA membawa pria menginap di sebuah hotel di Blandpidie.

Pengakuan warga, IA kerap gonta-ganti pasangan pria.

Saat digerebek bersama IJS, keduanya dicurigai sedang berhubungan badan namun terputus oleh penggerebekan, Sabtu (5/10). 

Keduanya diamankan dengan tuduhan perzinahan.

Penggerebekan petugas Satpol PP dan WH berawal dari informasi sejumlah warga, yang menaruh curiga terhadap janda satu anak itu, yang sering datang ke hotel tersebut dengan pasangan yang berbeda-beda.

Atas kecurigaan itu, warga melapor kecurigaan itu kepada petugas Satpol PP dan WH.

Alhasil, IA pun terbukti melakukan perbuatan melanggar syariat dengan bergonta ganti pasangan.

Menurut Informasi, IA memasang tarif bervariasi, berkisar Rp 200.000 hingga Rp 500.000 setiap melayani para hidung belang.

“Kalau Rp 200 ribu, Rp 100 ribu sewa hotel, selebihnya untuk dia.

Begitu juga, jika tarifnya mahal, maka sewa hotelnya lebih mahal dan waktunya lebih lama,” ujar salah seorang anggota Sat Pol PP dan WH Abdya.

Ia menjelaskan, IA telah melakoni pekerjaan tersebut sudah lumayan lama.

Tepatnya setelah ditinggal suami. “Sudah lama, tapi detailnya, tunggu dulu, karena penyidik belum mengambil keterangan secara utuh,” kata seorang satpol PP.

Kasat Pol PP dan WH Abdya, Riad SE melalui penyidik satpol PP, Delvan Arianto SIP, membenarkan bahwa, pihaknya telah mengamankan sepasang pasangan bukan suami istri, di salah satu hotel di Blangpidie.

“Benar, kejadian itu, Hari Sabtu sekitar pukul 12.30 WIB.. Delvan Arianto menambahkan, dari pemeriksaan awal, bahwa kedua pelaku sudah melakukan perbuatan layaknya suami istri.

“Iya mereka mengakui (sudah melakukan hubungan badan),” sebut Delvan. (Hen)