Lokal

BOS SMPN 1 Parbuluan Abaikan Permendikbud Pencegahan Covid-19

Jadi M Limbong

Sidikalang- Dairi Pers : Perbelanjaan dana BOS ditahun 2020 dalam  perubahan  juknis dana BOS menyebutkan sekolah dapat menganggarkan pembelian alat dan barang untuk pencegahan dan penanggulangan  pandemik Corona. Disamping itu dana BOS juga dapat digunakan untuk pembelian pilsa dan layanan daring .  Namun agaknya aturan tersebut tidak menjadi masalah bagi SMPN 1 Parbuluan, Kabupaten Dairi. Pencairan dana BOS tahap I sekolah ini sebesar Rp 237,600,000 sama sekali tidak menanganggarkan barang dan alat untuk kepetingan sekolah kaitan pandemik Corona.

Kepala SMPN 1 Parbuluan Jadi M Limbong yang dikonfrimasi Dairi pers kamis(28/5)mengakui perbelanjaan dana bos di triwulan pertama hanya diperuntukkan untuk perbelanjaan mobiler sekolah,pemeliharan sekolah,dan gaji  guru honorer sekolah. Pihaknya tidak menganggarkan dana untuk pecegahan covid 19.

Limbong  bersikeras menyebutkan penggunaan dana BOS sekolah ini sudah tepat sasaran sesuai dengan  rencana kegiatan anggaran sekolah( RKAS) Tahun 2020. Diterangkan BOS Triwulan pertama untuk pembelian mobiler sekolah seperti kursi dan meja, Alat tulis kantor ( ATK) dan pemeliharaan ruangan kelas seperti penggantian asbes ruangan kelas sekolah

Limbong  menyebutkan dari dana BOS itu juga untuk membayar gaji guru honorer . Dikatakan jumlah dana yang diterima Rp 237,600,000 Tiga puluh persen dari  jumlah dana pertahun Rp 792,000,000 . Jumlah siswa disekolah ini 720 orang.

Jadi M Limbong menagkui  dari perbelanjaan dana bos di triwulan pertama tersebut belum ada hasil dari musyawarah komite sekolah.

Kepsek Kurang Update

Sepertinya Kepala SMPN 1 Parbuluan Jadi M Limbong ini kurang update akan aturan baru permendikbud akan langkah menyeipaki pandemik corona.

Dalam penyesuaian kebijakan penggunaan BOS Reguler serta BOP PAUD dan Pendidikan Kesetaraan yang ditetapkan tanggal 9 April 2020 tersebut, Kemendikbud memperbolehkan satuan pendidikan menggunakan dana BOS dan BOP untuk pembelian pulsa/paket data bagi pendidik dan peserta didik.

Selain itu, dana BOS dan BOP dapat digunakan untuk pembiayaan layanan pendidikan daring berbayar bagi pendidik dan/atau peserta didik dalam mendukung pelaksanaan pembelajaran dari rumah. Dana BOS dan BOP juga dapat digunakan untuk pembelian cairan atau sabun pembersih tangan, cairan pembasmi kuman (disinfektan), masker maupun penunjang kebersihan lainnya.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, kebijakan ini ditetapkan untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran dari rumah akibat meningkatnya dampak penyebaran coronavirus disease (Covid-19).

Agaknya Permendikbud  terbaru untuk perubahan penggunaan dana BOS untuk pencegahan pandemik covid 19 ini untuk Dairi belum dipahami beberapa kepala  sekolah. Ironisnya rencana pemerintah pusat sekolah akan dimulai kembali pada 13 Juli 2020. Sekolah yang akan dimulai namun sekolah mengabaikan  pencegahan pandemik covid bisa berdampak fatal terhadap kesehatan siswa  ( Erikson Sirait)