Yang Miring

Boneka

Ilustrasi

Kekey bukan boneka akhir Mei menempati rangking pertama di kanal youtube. Syair lagu yang sederhana cenderung tidak enak plus tampilan kekey yang ala kadarnya membuat rasanya tidak pantas youtuber ini menempati trending topik.

Namun faktanya Kekey yang segitunya jadi bahasan dunia. Diundang sejumlah stasiun televisi, tawaran iklan dan endorse produk kecantikan dan yang pasti penghasilannya dari lagu itu lebih dari Rp. 1 miliar.

Kekey mewakili perasaan boneka yang geram dipakai saat dibutuhkan. Saat bosan dicampak dan tidak dianggap. Bagai anak kaya raya Bosan ditendang dan diganti dengan boneka lain .

Hingga kini ada pemahaman sebagian orang picik boneka menjadi simbol mainan yang hanya bertugas menyenangkan tuannya. Hadirnya hanya mainan, dan tidak perlu dibersihkan, dirawat dan diperhitungkan. Dicampak usai dimainkan dan berserak bagai sampah.

Namun kisah Annabelle boneka seram dari Amrik telah mengajarkan betapa sebuah boneka juga bisa menjadi mimpi buruk , mencelakai hingga membuat hidup tidak tenang. Boneka yang awalnya tidak mau melawan itu dan siap saja dimainkan itu berubah menjadi menyeramkan dan mimpi buruk bagi pemiliknya. Annabelle yang tidak pernah dibersihkan dan dicueki itu akhirnya sangat menakutkan.

Boneka Annabelle yang dirasuki roh jahat akhirnya berubah menjadi mesin pembunuh yang tidak terkendali dan menghabisi apa saja yang dikehendakinya. Annabelle berubah menjadi menakutkan dan mimpi buruk tuannya . Tuan pemilik boneka yang ,enyadari tidak merawat , cuek dan masa bodo sudah terlambat.

Boneka memang  ditakdirkan barang mainan. Namun  barang mainan juga butuh perhatian dan dibersihkan. Melupakannya maka siap siap saja roh jahat masuk dan kisah seram akan dimulai. Pesan moral dalam boneka Annabelle sangat kuat betapa perlunya menghargai dan merawat.

Orang bijak berkata Jika kegagalan adalah hujan deras dan keberhasilan adalah matahari yang bersinar .  Sesungguhnya kamu butuh keduanya untuk melihat indahnya pelangi. Kalimat tersebut bermakna gagal dan berhasil adalah dua hal yang harus disyukuri karena gagal dan berhasil  justru membuat indahnya warna hidup.

Ketika berhasil jangan besar kepala lantas merasa pantas untuk sombong dan berkhianat. Ketika gagal jangan lantas merasa terhina dan tidak berarti. Keduanya harus disikapi dengan perlakuan biasa biasa saja karena sesungguhnya demikianlah hidup menerima kegagalan sesungguhnya memberi arti bagi keberhasilan.

Tentu kita semua  tidak ditakdirkan untuk disukai semua orang. Yang benci, biarlah benci dengan alasan alasannya sendiri. Jangan berusaha menyakinkan , sebab dia  akan tetap lebih yakin pada kebenciannya. (Penulis : Hendrik Situmeang)

Tentang Penulis

Hendrik Situmeang

Tambah Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar