Kriminal

Berulah Lagi, John Kei Terancam Hukuman Mati

Joun Kei Ditangkap lagi

Jakarta- Dairi Pers : Nama John Kei populer di nusantara dengan reputasi dunia kekerasan. Baru bebas bersyarat pada 23 Desember 2019 atas pebunuhan berencana terhadap Tan Harry Tantono alias Ayung (45) pada 26 Januari 2012. Kini pemimpin kelompok tersebut terancam hukuman mati karena insiden penyerangan brutal di Perumahan Green Lake City, Tangerang dan Duri Kosambi, Jakarta Barat. Satu orang tewas dalam kejadian itu.

Polda Metro Jaya telah menetapkan John Kei dan puluhan anak buahnya sebagai tersangka dalam. Atas perbuatannya itu, John Kei dkk dijerat pasal pembunuhan berencana dan terancam hukuman mati.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, John Kei dkk kini telah berstatus sebagai tersangka. John Kei dkk juga sudah ditahan di Polda Metro Jaya. “Kalau yang terberat itu hukuman mati di pasal 340 itu kan ada pembunuhan berencana ya. Kita hitung terberatnya aja dulu,” terang Yusri. Yusri menyebutkan ancaman hukuman bagi para pelaku tersebut akan ditentukan berdasarkan peran masing-masing tersangka.

John Kei dkk ditangkap atas dugaan penyerangan di Perumahan Green Lake City, Tangerang dan pembacokan di Duri Kosambi, Jakarta Barat. Dalam kejadian di Duri Kosambi, seorang pria berinisial ER meninggal dunia.

Polisi menyebut, penyerangan ini dipicu dendam pribadi John Kei kepada Nus Kei, pemilik rumah di Green Lake City yang dirusak. John Kei merasa dikhianati oleh Nus Kei karena pembagian uang.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, polisi menemukan bukti percakapan di ponsel anak buah John Kei yang menunjukkan perintah untuk membunuh Nus Kei dan anak buahnya berinisial ER.

Saat menyerang kawasan Green Lake City, anak buah John Kei sampai  melepaskan tembakan sebanyak tujuh kali, merusak gerbang perumahan, dan mengacak-acak rumah Nus Kei.  Akibatnya, satu orang petugas sekuriti perumahan mengalami luka karena ditabrak anak buah John Kei dan satu pengendara ojek online tertembak di bagian kaki.

Satu Pengendara Ojol Terluka Sementara itu, penyerangan di Cengkareng menyebabkan satu anak buah Nus Kei berinisial ER tewas dan satu orang lainnya terluka.

 Barang bukti yang diamankan di TKP adalah 28 tombak, 24 senjata tajam, 2 katapel panah, 3 anak panah, 2 stik bisbol, dan 17 ponsel. Atas perbuatannya, John Kei dan 29 anak buahnya dijerat Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Pasal 340 KUHP tentang

Pembunuhan Berencana

Pasal 169 KUHP, Pasal 170 KUHP, dan Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman mati. Untuk diketahui, keputusan bebas bersyarat John Kei berdasarkan surat keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor Pas-1502.PK.01.04.06 Tahun 2019
Polda Metro Jaya telah memeriksa Nus Kei terkait insiden penembakan yang dilakukan oleh kelompok John Kei di rumahnya di Perumahan Green Lake City, Tangerang pada Minggu (21/6). Nus Kei dimintai keterangan untuk menggali insiden penyerangan yang terjadi di Green Lake City ataupun di Duri Kosambi, Jakarta Barat.

Yang kita lakukan kenapa melakukan penangkapan itu kan berdasarkan dari alat bukti. Apakah alat bukti itu? Salah satunya ada keterangan saksi. Saksi siapa? Salah satunya ada saksi korban,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/6).

Kapolri

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis menyatakan bahwa negara tak boleh kalah dengan aksi kriminalisme dan premanisme.

“Kuncinya adalah negara tidak boleh kalah dengan preman,” ujar Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis  senin (22/6).

Hal ini disampaikan Kapolri terkait penangkapan John Kei dan kelompoknya sebagai buntut aksi penyerangan, pembunuhan dan penembakan yang terjadi di perumahan Green Lake City, Tangerang dan Jakarta Barat.

Kapolri juga meminta semua pihak untuk mengawal kasus ini sampai ke persidangan.

“Kita proses dan kita kawal hingga ke persidangan nanti,” ucap Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis dalam keterangannya. (hen)