Peristiwa

Berkunjung ke Paropo, Anak Medan Marelan Dicurigai Hingga Rujuk ke RSUD Dairi

pos pemeriksaan masuk Dairi di lae Pondom

Sidikalang- Dairi Pers :  AM (15) warga Medan Marelan  sabtu (2/5) dirujuk puskemas Silaahi sabungan ke RSUD Dairi karena deman tinggi mencapai 39,8 derajat Celcius serta mengalami keluhan sesak nafas. AM diketahui masuk Dairi 26 April 2020 lalu yang diperiksa  di posko perbatasan pintu masuk Kabuapten Dairi Lae pondom  dengan suhu normal di angka 36,1 derajat Celcius. Tujuannya kala itu berkunjung ke Paropo Silahi Sabungan.

AM diketahui  pendatang dari kota Medan asal Marelan dengan tujuan perjalanan berkunjung ke Desa Paropo 1. Camat Silahisabungan, Hamaska Presdi Ardianto Silalahi menyebutkan AM Dibawa ke rumah sakit pada hari Sabtu sekitar pukul 23.00 Wib dan sampai di rumah sakit RSUD Sidikalang sekitar pukul 24:00 Wib

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Frisda Turnip menyebutkan Penanganan pasien  sudah dilakukan sesuai dengan Protokol Kesehatan penanganan Covid-19. Pasien saat ini sudah dilakukan perawatan medis di ruang Isolasi di RSUD Sidikalang.

Dari Diagnosa  yang dilakukan baik pemeriksaan darah rutin dan foto thorax tidak ditemukan tanda-tanda terpapar virus corona Covid-19. Begitu juga dengan hasil rapid test yang telah dilakukan ke pasien yang bersangkutan, hasilnya tidak mendukung atau non reaktif. “Laporan medis yang kami terima dari pihak RSUD belum ada yang mendukung ke Covid-19,” ujar Frisda.

Namun demikian kata Frisda  hingga saat ini diperlukan penanganan medis terhadap pasien oleh tenaga medis di RSUD Sidikalang, atas demam dan keluhan sesak nafas yang sudah mulai menurun. Suhu tubuh 37.5°C  dipasang  infus dan diberikan terapy

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19  Dairi Eddy Berutu  meminta semua tetap solid dan semangat menjalankan tugas dan tanggungjawab di masing-masing bidang dan tupoksi kerja, terlebih saat ini penanganan Covid-19 di Kabupaten Dairi merupakan tugas Kemanusiaan sehingga senantiasa bisa menjalin koordinasi yang baik sesama tim dan bisa bergerak cepat memberikan respon atas setiap adanya laporan dari masyarakat.

“Begitu juga dengan masyarakat kita khususnya warga Dairi agar tetap waspada dan melaksanakan protokol-protokol kesehatan sebagaimana yang dianjurkan pemerintah dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19,” ujar Eddy Berutu.

Dikatakan  meskipun saat ini di Kabupaten Dairi sudah Nihil Kasus Covid-19, para tenaga kesehatan bersama pemerintahan desa harus terus melakukan pemantauan terhadap penduduk dengan gejala sakit mengarah pada indikasi Covid-19.

Pihaknya meminta  disiplin dan mematuhi semua protokol kesehatan sehingga  dapat mengawal Kabupaten  Dairi sekaligus memutus mata rantai penyebaran Covid-19.  Pihaknya meminta  warga aktif melapor kepada petugas kesehatan, jika baru kembali dari daerah zona merah Covid-19, ataupun dari luar negeri. Sehingga dapat dipantau  saat melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.(Hen)