Opini

Arti Merdeka Bagiku Diantara Penduduk Dairi

Hendrik Situmeang

Sebagai penduduk Dairi peringatan HUT RI ke 74 ini adalah sebuah harapan dalam pemerintahan Eddy- Jimmy. Pemerintahan yang mengusung jargon perubahan itu bagiku sebagai harapan perubahan kesejahteraan pribadi dan kesejahteraan seluruh penduduk Dairi secara nyata dan bukan sekedar bicara. Setidaknya itulah yang diharapkan mayoritas penduduk Dairi hingga merdeka berganti dari pemerintahan lama.

Disadari atau tidak tentunya visi “ Dairi Unggul Yang Mensejahterakan Masyarakat Dalam Harmoni Keberagaman” untaian kalimat indah namun tidak mudah dalam pencapaiannya. Dibutuhkan kerja keras, pengawasan ketat hingga hadirnya squad tangguh disekeliling Eddy- Jimmy. “kabinet” esok yang akan dibentuk menjadi parameter awal apakah visi dan misi itu akan berhasil atau hanya sekedar indah dalam ucapan saja.

Bagiku dan mungkin bagi banyak masyarakat Dairi arti merdeka masih dasar yakni bebas dalam mencari nafkah, dan bebas dalam aktifitas sosial budaya . Artinya ada secercah sinar yang menjadi pengharapan ada di pemerintahan Eddy- Jimmy untuk merasakan merdeka dalam mengkases perbaikan ekonomi dan kesejahteraan.

Tentunya merdeka dari rasa was was akan biaya anak kuliah. Merdeka dari rasa was was akan  anjlok harga jual panen pertanian. Merdeka dari rasa was was akan jalan rusak. Merdeka dalam  kesempatan mengakses berbagai peluang bantuan pemerintah serta perlakuan adil dan proporsional dalam berbagai kesempatan menjadi harapan mayoritas rakyat Dairi. Setidaknya itu ada di batin semua pemilih Eddy- Jimmy yang telah mengantarkan mereka 5 tahun ke depan.

Menyadari 10 tahun pemerintahan lama Join Pas tentunya akan dinilai plus minus bagi semua rakyat Dairi. Tentunya ada sekelompok orang  yang merasakan sepuluh tahun silam sebagai sebuah kemerdekaan yang membuat happy. Mungkin mereka dari kelompok yang diberikan kemerdekaan mengakses berbagai peluang pemerintahan di era itu.  Tentunya di era itu ada juga yang merasa “terjajah” dengan close door untuk kesempatan akses.

Namun demikian harapan sepenuhnya rakyat Dairi kehadiran Eddy Jimmy diawal pemerintahan ini bukanlah sekedar memperjuangkan kelompok. Memperjuangkan hanya orang orang yang memilihnya , kabinet dan kroni disekelilingnya. Namun sejatinya Eddy- Jimmy harus memedekakan seluruh rakyat Dairi dengan jargon perubahan. Setuju atau tidak setuju  pada kenyataannya masih banyak rakyat Dairi yang ikut ikutan dalam politik dalam dinamika kehidupan. Sikap itu dipilih karena politik dianggap menjadi kesempatan besar bagi orang orang dalam merubah kesejahteraannya.

Mungkin ada benarnya besarnya perhatian dan animo masyarakat terhadap politik dalam satu daerah sebagai fakta sesungguhnya lemahnya perekonomian di daerah itu. Bidang Politik pilihan satu satunya ketika peluang ekonomi tersumbat dan tidak berkembang.

Menelisik rakyat Dairi hingga pelosok tentunya harus diakui masih terlihat lebar jurang kesejahteraan itu. Desa tertinggal di Dairi yang berada dipenghujung perbatasan hingga kini serasa belum merdeka. Jaringan PLN dan telepon bahkan belum bisa dinikmati diusia kemerdekaan 74 tahun. Belum lagi fasilitas jalan dan transportasi masih jauh dari rasa merdeka.

Tentunya tidak mudah bagi Eddy- Jimmy dalam recovery pemerintahan ini. Masa 5 tahun bukanlah waktu cukup dalam pemulihan. Namun diwaktu singkat itu setidaknya terbentuk dasar yang menjadi patron perubahan. Andai saja pemerintahan Eddy- Jimmy lima tahun ke depan baik baik saja, Punya tim tangguh dalam perbaikan niscaya tidaklah cukup waktu untuk pemulihan. Persoalan mentalitas menjadi persoalan serius.

Fakta yang ada di pemerintahan Dairi sekarang personil masih sebuah kabinet warisan. Ditilik dari sosial budaya harus diakui mayoritas unsur nepotisme sangat terasa. Jabatan jabatan penting selalu ada “benang merah” dalam garis darah dan kekerabatan dengan pemimpin lama. Tentunya hal itu tidaklah mudah bagi Eddy Jimmy membentuk tim squad baru yang tangguh.

Dapat disaksikan disejumlah OPD bahkan aroma nepotisme itu sangat terasa. Raputasi Jhonny Sitohang sebagai tokoh dari legislatif hingga 15 tahun menjabat sebagai bupati dan wakil Bupati Dairi membuat personil yang ada ibarat akar pohon kuat yang sudah bercabang dan saling melilit.  Ada yang salah pada masa silam dimana ASN terlalu dijejali dengan dunia politik hingga meninggalkan propesionalisme apalagi netralitas.

Mungkin akan lebih nyaman mempertahankan mereka namun jargon perubahan tidak akan terbukti. Sebaliknya dibutuhkan alat yang cukup kuat ketika akan “menggergaji” akar yang sudah sedemikian kuat dan saling membelit.

Keberadaan personil menjadi sangat penting mengingat personil ASN menjadi penentu sebuah janji perubahan. Oktober menjadi waktu awal bagi Eddy- Jimmy melakukan perubahan personil dan kabinet. Permasalahan rakyat diatas bisa terjawab  ditentukan dari personil yang akan dibentuk.

Tentunya arti perubahan bukan sekedar mengganti orang dari si A ke Si B. Namun perubahan berarti mayoritas rakyat merasakan ada guna pemerintah dalam kehidupannya. Perubahan menjawab tuntutan rakyat akan keadilan sosial. Keadilan akan infrastruktur, Keadilan akan penilaian propesional dan SDM. Bukan keadilan karena ikatan marga atau nepotisme.

Sesungguhnya Arti Merdeka Bagiku Diantara Penduduk Dairi belumlah terjawab. Akankah pemerintahan Eddy Jimmy ini akan bisa menjawab “galau” rakyat selama ini ? Tentunya rakyat Dairi berharap penuh kepada keduanya. Dirgahayu RI ke 74. Seberkas harapan dipemerintahan Eddy Jimmy untuk Dairi. ( Penulis Adalah Pemred Dairi Pers )

def