Hukum

Anwar Sani Tarigan Vonis Bebas , Haknya Dikembalikan

Anwar Sani Tarigan

Medan- Dairi Pers : Perjlanan panjang kasus sugaan korupsi percetakan sawah di Simungun, Dairi akhirnya berakhir. Hakim Pengadilan Tipikor pada PN Medan menjatuhkan vonis bebas kepada Anwar Sani Tarigan dalam kasus dugaan korupsi pengerjaan cetak sawah seluas 100 hektare di Desa Simungun, Kecamatan Siempat Nempu Hilir Kabupaten Dairi, Sumut.

Persidangan itu berlangsung secara virtual di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan, Senin (20/9/2021). Majelis hakim dalam persidangan yakni Eliwarti sebagai hakim ketua dan Immanuel serta Rurita masing-masing sebagai hakim anggota. 

“Menyatakan terdakwa Anwar Sani Tarigan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan dalam dakwaan Primair maupun dakwaan Subsidair, membebaskan Terdakwa oleh karena itu dari semua dakwaan Penuntut Umum,” ucap ketua majelis hakim Eliwarti.

Majelis hakim juga memulihkan hak-hak Terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat serta martabatnya. Selain itu menetapkan uang Rp100 juta yang dititipkan oleh Terdakwa untuk dikembalikan kepada Terdakwa.

Sebelumnya  Jaksa Penuntut Umum menuntut Anwar Sani dengan pidana penjara selama 1 tahun 3 bulan dengan perintah penahanan. Selain itu terdakwa juga dijatuhi pidana denda sebesar Rp50 juta, subsidair 6 bulan kurungan. Dia juga diwajibkan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp61 juta.

Jaksa menyatakan Anwar Sani terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 3 Jo Pasal 18 Ayat (1) huruf b, Ayat (2), (3) Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang – Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana­. 

Dalam dakwaan, Anwar Sani bersama-sama dengan Arifuddin Sirait dan Ignatius Sinaga (Terpidana dalam penuntutan terpisah) melakukan tindak pidana korupsi pengerjaan cetak sawah seluas 100 hektare di Desa Simungun, Kecamatan Siempat Nempu Hilir Kabupaten Dairi, Sumut.

Kasus Yang Dituduhkan

Awalnya Kabupaten Dairi mendapat dana cetak sawah pada Tahun Anggaran 2011 dari Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI sebesar Rp750 juta. Kemudian dibentuk kelompok pelaksana program cetak sawah tersebut dengan pengurus Arifuddin Sirait selaku Ketua Kelompok, Barmen Marpaung selaku Sekretaris Kelompok, serta Ignatius Sinaga selaku Bendahara Kelompok dengan jumlah anggota sebanyak 77 orang.

Namun Anwar Sani Tarigan, sebagai orang di luar anggota kelompok Tani Maradu bersama-sama dengan Arifuddin Sirait dan Ignatius Sinaga menerima dan menggunakan dana Kelompok Tani untuk kepentingan pribadi.

Meski menerima dana, terdakwa tidak menyelesaikan pekerjaan percetakan sawah baru seluas hektare, dan mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 567 juta (Hen)