Pilkada

Aneh di Malam Pilkada, Hujan Jelok Guyur Sidikalang

Hujan Jelok Di Pilkada Dairi
Hujan Jelok Di Pilkada Dairi (Credit : F/John Tony Dabutar)

Sidikalang  Dairi Pers :  Fenomena Hujan  labu (jelok . : Bahasa  daerah ) pada malam pilkada Rabu (27/6) di kota Sidikalang menyisakan bahasan dan jadi bahan lelucon ditengah masyarakat. Warga kota Sidikalang yang dikejutkan pagi hari di sepanjang jalan utama  kota Sidikalang karena banyaknya potongan labu berserak hingga kini masih menjadi perbincangan hangat di medsos dan ditengah masyarakat.

Fenomena hujan “jelok”  dimalam pilkada di kota Sidikalang  dikaitkan dengan isu akan ilmu supranatural yang berhubungan dengan  pemenangan pilkada 2018. Fernando L. Tobing, warga jalan singamangaraja simpang empat  Sidikalang yang ditanyakan Dairi Pers.com selasa (2/7) kesaksiannya mengakui kalau pada pagi sekitar pukul 07.00. Dirinya yang membuka pintu rumah melihat potongan labu sepanjang  3 hingga 5 cm berserak . Saat diperhatikan ternyata hujan jelok tersebut merata di pusat kota Sidikalang tersebut.

“Aneh karena memang terlihat berserak. Saya keliling justru merata banyak potongan labu berserak di sepanjang jalan Singamangaraja, jalan pakpak dan jalan nusantara.  Tentu masyarakat mengaitkannya dengan supranatural. Namun usai perhitungan suara justru menjadi bahan lelucon”, sebut Fernando sambil tertawa.

Dikatakan Fernando,  kultur masyarakat Dairi masih juga mempercayai hal hal aneh termasuk fenomena hujan Jelok yang terjadi di malam pilkada. “Namun bagi saya pribadi saya melihat ini  sebagai sesuatu kepanikan, tidak percaya diri. Hingga mau terjun ke hal hal mistis yang beroperasi diluar logika”, sebutnya.

Sementara itu fenomena hujan jelok menjadi bahan lelucon  rakyat saat perhitungan suara di TPS pada sore hari rabu (27/6). Saat ketua TPS menyebutkan angka  surat suara yang dicoblos warga yang mengikuti proses perhitungan suara serentak berteriak “jelok” sambil tertawa.

Bahasan jelok juga terus menjadi menarik di media sosial. Banyak yang membahas fenomena hujan  jelok tersebut sebagai bahan lelucon. Bahkan ada yang mengunggah video dengan buah labu disampingnya. Ada juga vedio yang seakan akan membacakan ritual ke labu. Unggahan vidio demikian sontak  mendapat komentar lucu dan menggelikan.

Pandangan Supranatural

Hasil konfirmasi Dairi Pers.com kepada salah seorang supranatural  yang bertempat tinggal di panji , Sitinjo kecamatan Sidikalang , Dairi selasa (2/7) dengan meminta namanya tidak usah di publish menyebutkan  labu tidak pernah menjadi alat dalam suatu ritual supranatural.

Di Amerika memang ada tradisi  “halloween” yang menggunakan labu sebagai media supranatural. Tapi itukan Amerika  Ini sidikalang…Jadi apapun itu menurut saya sangat salah dalam dunia supranatural lokal”, sebutnya mengakhiri. (hen)