Kriminal

Alasan Buang Sial, Dukun Gadungan Garap Janda Cantik

Ritual mandi kembang

Tegal- Dairi Pers : Akal bulus demikian Saefudin (34) asal Desa Kaliwungu, Kecamatan Balapulang ditangkap Satreskrim Polres Tegal. Berpura pura menjadi dukun akhirnya sukses “menggarap” janda cantik IIM . Dua kali sang dukun gadungan ini melampiaskan syahwatnya sebelum ditangkap polisi.

 Meski IIM sudah berusia 40 tahun namun karena perawatan dan memang bawaan dari sononya sudah cantik membuat Saefuddin kesengsem. Berkenalan baru 16 mei silam saat buka puasa bersama membuat saefudin tidka bisa tidur nyeyak dan kalau mandi juga tidak basah. Bayangannya akan janda manis itu terus seakan hadir di kelopak mata.

Terbayang akan perbuatan orang dewasa membuat Saefudin memutar otak agar pikiran negeresnya terlampiaskan . Maka siasat dipasang dan skenario juga dikarang

Kasat Reskrim Polres Tegal , AKP Heru Sanusi menguraikan Awalnya pelaku berkenalan dengan korban, yang merupakan warga Desa Tonggara, Kecamatan Kedung Banteng, pada 16 Mei lalu di acara buka puasa bersama. Karena tertarik, pelaku meminta tolong kepada temannya agar dikenalkan dengan korban.

Jadi, lanjut Heru, setelah berkenalan, pelaku sering kirim pesan whatsapp ke korban. Bahkan, melalui pesan singkat, pelaku mengatakan bahwa ada benda ghaib di tubuh korban. Dan jika tidak dikeluarkan maka akan berbahaya. Kemudian, pelaku pun berpura-pura menjadi seorang dukun yang bisa mencabut susuk dan membersihkan aura negatif.

Korbanpun akhirnya percaya dengan omongan pelaku dan mau untuk melakukan ritual rukiyah. Syaratnya korban harus mandi kembang, air sirih, garam krosok dan minyak.

“Jadi modusnya seperti itu, korban diminta mandi kembang. Kesempatan itu pun dimanfaatkan pelaku untuk mencabuli korban,” ujarnya.

Siasat Saefudin berhasil dan janda cantik itu diperdaya. Pria dewasa mana yang tidak tergoda saat menyaksikan target yang sudah lama diincar tiba tiba mandi di depan mata. Maka dukung KW ini sukses menjalankan visi misinya.

Bahkan hasil  pemeriksaan Saefudin sukses menyalurkan aspirasinya  dua kali di rumah korban. Bahkan, aksi tersebut dilakukan di depan anak korban yang masih kecil.

Seperti biasa tidak ada maling yang ngaku. Tidak ada juga penjahata yang jujur . Saefuddin diawalnya  mengelak kepada petugas .  Pria licik ini beralasan bahwa persetubuhan dilakukan atas dasar suka sama suka.

“Iya bener saya melakukan , tapi itu dasarnya suka sama suka, dan dia minta diobati,” ujar Saefudin. Namun bukan polisi namanya kalu tidak dapat membongkar fakta hingga dukun gadungan ini tidak berkutik .

Polisi  mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya kain sarung, kain longdress, gunting, baskom, dan plastik yang digunakan ritual.  Dukun  kw ini  dijerat Atas perbuatannya  pasal 289 dan pasal 378 subsider pasal 379 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. (Hen)