Hukum

AKBP Morais : Selama di Dairi Serasa Pulang Kampung

Mantan Kapolkres Dairi AKBP Januario Jose Morais Akrab kepada siapapun warga Dairi
Mantan Kapolkres Dairi AKBP Januario Jose Morais Akrab kepada siapapun warga Dairi

Sidikalang- Dairi Pers : Perpindahan Kaportes Dairi AKBP Januario Jose Morais ke Jambi membuat warga Dairi kehilangan. Sosok Kapolres merakyat itu telah menorehkan sejumlah prinsip-prinsip hidup kebaikan ditengah masyarakat. Penggagas Kopi Masda ( Kopi masyarakat Dairi) itu menyebut Dairi persis kampung halamannya di Bacau, Timor Leste. “ Saya pasti rindu Dairi dimanapun kelak berada. Di Dairi banyak saudara saudaraku. Kita saling mendoakan kelak kita bisa bertemu kembali. Sambil menikmati segelas kopi luar biasa di tanah Dairi “

Demikian disampaikan AKBP Januario Jose Morais rabu (13/3) saat bersama sejumlah personil Polres dan warga Dairi yang tengah sarapan pagi di M 15 Sidikalang. Saat ditanyakan Dairi Pers apa yang terindah selama bretugas di Dairi lebih dahulu menyebut rasanya masih tanggung bertugas di Dairi karena hanya 5 bulan. Rasanya saya belum berbuat apa apa, 5 bulan terlalu singkat untuk bisa berbuat lebih lagi” sebutnya.

Saya pasti rindu Dairi dimanapun kelak berada

Diceritakan pada bulan januari dirinya sudah diminta pindah dari Dairi. Namun masih coba meminta izin pimpinannya untuk lebih lama di Dairi. Namun pada maret, skep perpindahan tidak bisa ditolak karena garis komando.

Beberapa hal yang menjadi catatan Morais akan istimewanya Dairi yakni hidup penuh dengan tolerasi dan saling menjaga perasaan. Kehidupan bersosial di Dairi sangat tinggi dan hal itu harus terus di jaga. “ di Dairi itu aman dan kondusif . jadi kalaupun ada keributan biasanya dipicu faktor ekstern . Ini yang harus dijaga rakyat. Diantisipasi bersama aparat hukum “ sebutnya.

Hal yang menjadi catatan berharga disebutnya selama berada di Dairi serasa kembali ke kampung halaman di Timor Leste. “ Kabupaten Dairi itu persis seperti kampung halaman saya di Bacau. Kalau saya lihat ibu- ibu, orang tua renta aku teringat ibuku di Timor. Dairi itu persis kampung halamanku baik dari segi budayanya, kebiasaan rakyatnya minum tusor (Tuak Sore), Adat istiadatnya. Jadi rasanya selama 5 bulan ini aku kembali kampung   halaman saja” ujar Morais.

“Daerah ini pasti akan saya ingat, Ini kampung halaman saya “ katanya. Saat ditanyakan apa pesannya kepada masyarakat Dairi,. Morais menyebutkan tetap menjaga indahnya keharmonisan di Dairi. Suasana jelang pilkada kali ini harus dipahami sebagai pesta demokrasi dengan saling menghormati. “ Tidak boleh lagi terulang kejadian 2013, Kabupaten Dairi harus menjadi sebuah kabupaten yang menjalankan pilkada yang bermartabat. Kita harus bisa mewujudkan itu” sebut Morais.

Daerah ini pasti akan saya ingat, Ini kampung halaman saya

AKBP Janurio Jose Morais menjadi kapolres Dairi eksentrik karena sejak menjabat di Dairi langsung berbaur dengan masyarakat. Jiwa merakyatnya sangat kental terlihat dengan tidak menganut paham “jaim” (jaga imej) . Terobosannya atas program Kopi Masda dimana kerap duduk bersama rakyat biasa di pusat pusat keramaian seperti pasar dan warung membuatnya cepat membaur. Morais selau mengutamakan pendekatan sosial selama bertugas di Dairi.

Warga yang diajak minum kopi bersama bukan dari kalangan berekonomi menengah ke atas. Namun dari kalangan bawah seperti tukang parkir, pedagang tukang becak dan tukang sorong. “ Dari mereka bisa saya langsung dapatkan informasi apa yang sebenarnya terjadi dibawah. Dari mereka banyak masukan bagaimana harusnya aparat Kepolisian bertindak dan menghadapi rakyat. Mereka narasumber akurat sehingga tindakan preventif bisa lebih cepat kita lakukan “ sebut Morais (R.07)