Kabupaten Pakpak Bharat

Ada MP di Diri Franch Bernhard di Pakpak Bharat II (DR MP Tumanggor & Nyamannya PNS di Dairi)

DR MP Tumanggor dan Puteranya Franch Bernhard Tumanggor

Sejumlah karya DR MP Tumanggor semasa menjabat Bupati Dairi Maret 1999 s/d April 2009 hingga kini masih dapat disaksikan . Sejumlah bangunan fisik dan karya fenomenal membuat nama Dairi naik rating di regional Sumatera Utara dan Nasional. Catatan paling indah bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kala itu adalah satu kata “ Nyaman”. Faktanya selama sepuluh tahun memimpin Dairi hanya 2 PNS yang pernah terkena sanksi. Satu oknum Camat yang diberhentikan dari jabatannya karena tertangkap bermain judi dan satu lainnya seorang kabid di dinas tenaga kerja akhirnya non job karena tidak pernah masuk kantor.

Kenyamanan dalam bekerja sebagai Apatur Sipil Negara (ASN) di masa pemerintahan DR MP Tumanggor diakui mulai dari tenaga honorer hingga pejabat eselon II. Penulis yang pernah berbincang dengan banyak kepala dinas yang bahkan hingga kini masih aktif mengakui kala pemerintahan DR MP Tumanggor nyaman karena tidak pernah dibebani kewajiban diluar aturan.  Disamping itu sistim mutasi dan penempatan PNS diutamakan yang memenuhi aturan kepangkatan, kecakapan, track record dan sesuai disiplin ilmunya.  Maka dizaman itu mutasi dianggap hal biasa dan “bukan arena pembantaian dan Balas Dendam”

DR MP Tumanggor dan Franch ziarah kepada tokoh pemekaran

Guntur Simarmata mantan kepala Pengelola Keuangan  pemkab Dairi mengakui kalau masa pemerintahan DR MP Tumanggor sistim pengisian jabatan, seleksi jabatan berlangsung dengan nyaman tidak pernah menjadi bahan bully di publik, sorotan  wartawan dan bahkan agenda di gedung dewan. “ Seingatku hanya dua yang pernah terkena hukuman satu oknum camat dan satu kabid itupun karena berjudi dan satunya karena malas berkantor” sebut Guntur Simarmata.

Guntur Simarmata yang pernah menjabat sebagai kepala dinas Koperasi, Kepala Inpektorat , kepala pengelola keuangan, perindag dan beberapa pejabat eselon II di lingkungan pemkab Dairi masa pemerintahan DR MP Tumanggor mengakui pengelolaan birokrat  Dairi kala itu bak “masa emas” karena PNS yang berprestasi mendapat reward . sehingga semua ASN berlomba berprestasi karena sangat jelas aturan main yang dijalankan.

kebersamaan DR MP Tumanggor dan Franch saat memberi bantuan korban banjir di Dairi

Sejumlah ASN lainnya yang kala itu menjabat sebagai kepala dinas dan eselon III juga mengakui hal yang sama. Sudung Ujung yang kini menjabat asisten III Pemkab Dairi, Drs. Datulam Padang Kepala Dinas Perhubungan Dairi serta masih banyak nama pejabat Dairi mengakui kenyamanan ASN kala itu. Catatan utama mereka aturan berlaku dan sangat jelas garis tugas , kinerja dan pertanggung jawaban.

“Jika memang mampu yah naik dan jika tidak yah monoton, maka kala itu tidak ada yang protes karena semua personil yang memangku jabatan dapat dipertanggung jawabkan. Kuncinya adalah aturan yang jelas” sebut mereka.

DR MP Tumanggor mantan Bupati Dairi yang kini menjadi Presidium Wilmar Group sebuah perusahan besar yang ownernya tercatat sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia Martua Sitorus

Sementara saat ditanya berkaitan dengan uang atau materi untuk mengisi jabatan disebutkan mereka agar langsung mempertanyakan kepada ASN yang masih ada. “ Rata rata ASN yang ada sekarang masih merasakan pemerintahan MP dulu, jadi bisa ditanyakan apakah itu pernah ada?. ” sebut mereka.

Pengakuan Sudung Ujung banyak kepala dinas berlomba mengantarkan insentif maupun  honor bupati MP Tumanggor. Honor resmi itu diberikan akhir tahun. Mengapa kami berlomba karena sering sekali pertanggung jawabannya ditanda tangani tetapi uangnnya diberikan kepada kita” sebut Sudung sambil tertawa mengenang.

kebersamaan saat door to door Rumah warga Pakpak Bharat

Pengakuan sejumlah kepala SMA yang dahulu masih dibawah naungan pemerintah kabupaten seperti Robertus Simarmata kini kepala SMK Parbuluan, Kepala SMAN 2 Sidikalang Drs.Manihar Tumanggor, M.Pd dan masih banyak nama lainnya mengakui kalau mekanisme pengangkatan kepala sekolah pada pemerintahan DR MP Tumanggor kala memimpin Dairi berdasarkan kemampuan dan prestasi. “ Seleksi memang sangat ketat, namun hasilnya jelas” sebut mereka.

Namun catatan Penulis justru ada pada tenaga honorer dilingkungan pemkab Dairi.  Catatan penulis mereka berlomba untuk dapat bekerja di bagian umum dan dekat dengan pendopo karena merasa nyaman dan selalu mendapat perhatian tulus.

DR MP Tumanggor Bersama Luhut Binsar Panjaitan

Mungkin karena pola kepemimpinan itu juga hingga kini jika mereka mengetahui DR MP Tumanggor datang ke Dairi maka akan berusaha datang menjumpai meski sekedar bersalaman.  Catatan itu juga mungkin yang mereka ingat kepada Franch Bernard Tumanggor yang pernah bersekolah di Sidikalang namun justru memilih tidak dikenal orang sebagai anaknya Bupati.

Pengakuan para honorer pemkab Dairi Franch Benhard Tumanggor merupakan anak DR MP Tumanggor yang sering membagikan oleh oleh kepada mereka ketika ibunya Ny Hetty Br Sitinjak pulang dari luar kota. “ Franch itu kadang diplototi karena banyak oleh oleh baru sampai langsung panggil honorer dan langsung dibagikan “ sebut Gajah salah seorang tenaga honoer yang kini sudah status ASN.

Pasangan FBT-MO

Pengakuan mereka selama menjadi tenaga honorer perhatian keluarga MP Tumanggor tulus dan “memanusiakan” mereka meski hanya tenaga honorer dan tenaga harian lepas.  Ada juga yang memuji perhatian keluarga MP Tumanggor kepada pegawai kecil sepertinya halnya sopirnya Anto yang meninggal langsung anaknya dan keluarganya diperhatikan keluarga MP.

Catatan Penulis mereka menyebutkan kalau style, sifat dan gaya kepemimpinan Franch tidak akan jauh beda dari DR MP Tumanggor karena pepatah “ tidak akan jauh buah jatuh dari pohonnya”.  Bukan itu saja justru MP Tumanggor sebagai ayahanda kandung Franch Bernhard Tumanggor akan menjadi guru sekaligus  garansi  bagaimana mengelola sebuah pemerintahan . Nama besar DR MP Tumanggor di Dairi bahkan pernah menjadi ketua Asosiasi Bupati Se Indonesia akan menjadi filter dan motivasi Franch kembali mengukir sejarah pemerintahan yang nyaman ketika menjadi Pemimpin.

Suasana pendukung tumpah ruah saat antarkan pasangan FBT-MO mendaftar di KPU

Dukungan sejumlah nama besar seperti Airlangga Hartarto ketua Umum Golkar, Dukungan Ketum PDIP, Ketum PAN dan Ketua Umum Partai Lainnya serta perseorangan seperti  Ruhut Sitompul mantan ketua DPP Partai Demokrat secara psikologis akan menjadi filter sekaligus garansi bagi Franch untuk bekerja membuat ASN nyaman saat memimpin Pakpak Bharat. Karena sesungguhnya dia akan malu kepada nama nama besar itu ketika Pakpak Bharat monoton  (Penulis Hendrik Situmeang)