Politik

Absen Berjemaah Musda Golkar Dairi Gagal, Kandidat Diatas Angin “Pening”

Sabam Sibarani kandidat Ketua Golkar Dairi

Sidikalang-Dairi Pers : Jika sebelumnya partai Beringin di Dairi disebut partai paling mapan dalam urusan politik , Untuk pertama  kalinya dalam musda Golkar Dairi ke 9 di balai budaya Sidikalang jumat (26/8) gagal dan ditunda hingga waktu yang tidak ditentukan.  Kegagalan ini menyusul absennya  pemilik hak suara dan dua kandidat calon ketua DPD Golkar Dairi Sabam Sibarani dan Eddy Berutu.

Rencana musda yang semula diagendakan mulai pukul 09.00 WIB itu justru hingga pukul 15.00 WIB tidak juga dimulai. Panitia, pemilik hak Suara dan dua kandidat sama sekali tidak hadir.

Ketua Pimpinan Sementara Musda IX DPD Golkar Dairi, Johnny Sitohang mengatakan, Musda yang akan dilaksanakan ini belum ada kepastian dan pegangan. “Saya sendiri juga bingung, kemana lagi kita akan mengadu. Pengurus DPD I Sumut sudah hadir disini tapi tidak ada solusi,” kata Johnny.

Eddy Berutu tiba tiba muncul daftarkan calon Ketua Golkar Dairi

Inilah situasi dan kondisi Golkar Dairi sekarang ini, manakalah tidak sesuai dengan keinginan. “Kalau sudah seperti ini udah rusak kita, yang lucunya nanti DPD I Sumut menyalahkan saya pula,” ucap Johnny.

 “Dengan persetujuam DPD I Sumut, Musda ini kita tunda sampai batas waktu yang ditentukan,” sebut Johnny.

DPD I Golkar Sumut  B. Rikson Simarmata (Wakil Ketua Koordinator Bidang Hukum dan HAM) menjelaskan, kehadiran mereka untuk memastikan bagaimana kegiatan Musda bisa berjalan dengan baik. Tetapi hingga akan dimulai Musda Ketua Panitia dan pengurus PK serta dua calon Ketua DPD tidak ada yang hadir.

Prediksi Terbukti

Sebelumnya prediksi hasil musda Golkar ke 9 Dairi akan mengusulkan dua atau tiga nama ke DPP Golkar terbukti.  Prediksi sebelum musda digelar tersebut dikarenakan munculnya nama Eddy Berutu mengantongi dekresi dari ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto. Munculnya tiba tiba bupati Dairi ini dalam kancah kandidat calon ketua DPD Golkar Dairi serta merta membuat peta yang awalnya menempatkan nama Sabam Sibarani diatas angin tiba tiba berubah.

Persyaratan panitia  musda  daerah  yang mewajibkan calon wajib pernah menjadi pengurus Golkar di Dairi 5 tahun berturut turut dan tidak pernah terdaftar di kepengurusan partai lain sebenarnya menjaid sandungan bagi Eddy Berutu yang diketahui sama sekali tidak pernah berkiprah  di Golkar Dairi . Persyaratan itu justru memuluskan Sabam Sibarani yang merupakan kader Golkar dan sudah menjabat ketua DPRD Dairi selama dua periode.

Namun munculnya keringanan berupa surat dari ketum Golkar Airlangga Hartarto membuat Bupati Dairi ini wajib diterima mendaftarkan diri sebagai calon.

Perputaran peta kekuatan politik Sabam Sibarani berlangsung cepat pasca pendaftaran Eddy Berutu. Sabam Sibarani yang sempat menempati posisi tidak tergoyahkan tiba tiba berputar. 21 Pemilik hak suara yang awalnya diperkirakan cenderung untuk memenangkan Sabam Sibarani akhirnya porak poranda.

Puncaknya saat tanggal musda hari ini jumat (26/8) akhirnya gagal karena pemilik hak suara absen. Dua kandidat yang diperkirakan terkuat Sabam dan Eddy juga tidak hadir dalam arena musda. Akhirnya  musda ditunda hingga waktu yang tidak ditentukan. (Hen)