Nasional

15 Kondisi Orang yang Tak Bisa Disuntik Vaksin Covid-19

ilustrasi suntikan Vaksin

Jakarta- Dairi Pers : Indonesia telah memulai vaksinasi Covid-19 pada Rabu (13/1/2021) . Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang menerima vaksin Covid-19 di Istana Merdeka. Vaksinasi Covid-19 ini dilakukan setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi mengeluarkan izin penggunaan darurat untuk vaksin Sinovac pada Senin (11/1/2021)

Bagi masyarakat, sebelum melakukan vaksinasi Covid-19, ada beberapa hal yang kiranya perlu diperhatikan. Salah satunya, yakni terkait dengan kondisi yang tidak memungkinkan untuk dilakukan suntik vaksin.

Dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes No. HK. 02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), terlampir Format Skrining Sebelum Vaksinasi Covid-19. Di dalam format skrining khusus untuk vaksin Sinovac berdasarkan rekomendasi Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) tersebut, terdapat sedikitnya 16 pertanyaan yang mesti dijawab oleh calon penerima vaksin. Pertanyaan ini digunakan untuk menentukan apakah vaksinasi dapat diberikan atau tidak kepada calon penerima vaksin.

Dikutip dari kompas Berdasarkan pertanyaan dan keterangan yang dicantumkan, berikut ini adalah beberapa kondisi orang yang tak bisa disuntik vaksin Covid-19 Sinovac:

  1. Pernah terkonfirmasi Covid-19Kelompok ini dianggap sudah memiliki antibodi protektif, karenanya bukan menjadi prioritas utama pemberian vaksin. Kalaupun seandainya tidak sengatan disuntik vaksin karena tidak pernah periksa sebelumnya, kata Adaninggar tidak masalah.
  2.  Sedang kontak erat/suspek/probable Covid Menurutnya harus dipastikan duy bukan Covid dengan pemeriksaan PCR. Jika positif Covid-19, kelompok ini tidak divaksin.
  3.  Lansia Adaninggar mengatakan sejauh ini efikasi yang tidak terlalu berbeda dengan kelompok lain (vaksin mRNA). Oleh karena itu, para lansia perlu menunggu hasil penelitian Brasil.
  4. Sedang mengalami gejala ISPA 7 hari terakhirMereka yang mengalami ini, sistem imun tubuhnya dinyatakan sedang aktif. Oleh karena itu menyulitkan pemantauan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Perlu ditunggu gejala ISPA sembuh dan dipastikan bukan Covid. Belum ada data keamanan dari semua uji klinis fase 3 vaksin yang sudah dilakukan.
  5.  Sedang hamil atau menyusui Belum ada data keamanan dari semua uji klinis fase 3 vaksin yang sudah dilakukan.
  6. Penyakit jantung (gagal jantung/penyakit jantung koroner) kondisi inflamasi kronik yang bisa memunculkan respon imun berbeda erhadao vaksin dan meningkatkan risiko KIPI. Pengaruh obat terhadap penderita penyakit jantung juga bisa memunculkan respon antibodi lemah yang berujung pada kegagalan vaksin.
  7. Penyakit ginjal (gagal ginjal kronik, sindroma nefrotik) tergantung stadium penurunan fungsi ginjalnya, karena bisa menurunkan respin vaksin dan serokonversi.
  8. Penyakit Autoimun Mereka berisiko aktivasi imun hingga penyakit flare up. Penderita autoimun perlu menunggu laporan Brasil Dan penelitian lebih lanjut.
  9. Penyakit kelainan darah (leukimia, limfoma, myelodysplastic) Kemoterapi bisa menyebabkan kegagalan vaksin. Dianjurkan vaksin sebelum kemoterapi atau ditunda 6-12 bulan setelah kemoterapi selesai.
  10. Penyakit keganasan atau kanker lain Alasannya sama seperti penyakit kelainan darah dan perlu strategi khusus.
  11.  Diabetes mellitus Bila tidak terkendali, bisa menyebabkan kegagalan vaksin. Penderita diabetes melitus boleh diberikan vaksin bila kondisi terkontrol (HbA1c <7,5%).
  12. Penyakit saluran cerna kronis bukan gastritis kronis atau GERD Penyebab autoimun alasannya sama dengan penyakit autoimun sebelumnya. Gastritis kronis dan GERD bukan kontraindikasi.
  13.  Hipertensi Bukan kontraindikasi. Mereka boleh divaksin bila hipertensi terkendali (TD<140/90 mmHg). Kendati demikian kata Adaninggar perlu menunggu hasil uji klinis di Brasil.
  14. Gangguan psikosomatis Dia menjelaskan sebaiknya diperbaiki terlebih dahulu kondisi stresnya karena berpotensi mengalami pingsan atau sinkop setelah disuntik.
  15. Infeksi HIV/kondisi umum lemah lain Dapat menerima vaksin lebih aman bila hitung CD4>200. Penelitian lebih lanjut perlu ditunggu (Hen)