Lokal

13 Kadis Dairi Nonjob Dinilai Tepat

Togar Togatorop, Hulman Sinaga, Hendrik

Sidikalang- Dairi Pers : Ketua Wamada (Wajah Masyarakat Dairi) Togar Togatorop menyebutkan tindakan Bupati Dairi dalam mutasi akhir Desember 2019 sebagai tindakan tepat dan harus. “ Tentunya kepala dinas yang diberikan tugas baru sebagai  pelaksana di berbagai instansi menilai ini menyakitkan. Namun kami sebagai masyarakat Dairi menilai ini tepat  dan pantas . Bagaimanapun Eddy- Jimmy itu berhutang janji kepada masyarakat Dairi untuk perubahan. “

Demikian Togar Togatorop saat dimintai Dairi Pers komentarnya atas mutasi yang dilakukan pemerintahan Eddy- Jimmy penghujung tahun 2019. “ Tentunya tidak dipercayai dalam kabinet  demikian bukan akhir dari segala  galanya. Bagi mereka yang terkena silahkan tunjukkan kinerja ditempat yang baru. Kami percaya Eddy- Jimmy tidak tidur. Namun mengikuti kinerja dan sepak terjang semua personilnya” jelas Togar.

Ditambahkan untuk beberapa oknum yang dinonjobkan sudah sangat tepat bahkan tergolong lambat. “ Kita sebagai pemerhati pembangunan Dairi selama ini melihat sejumlah oknum yang dinonjobkan sama sekali tidak berprestasi. Namun anehnya tetap bertahan. Bukan itu saja ada oknum kepala SKPD yang selama ini lupa tugasnya namun lebih kepada berpolitik.  Belum lagi selama ini ada pejabat yang diduga sangat terasa aroma nepotismenya” jelas Togar.

Togar Togatorop menyebutkan tentunya kepada pejabat baru dan yang dipertahankan menjabat kepala dinas bukan berarti mereka sudah aman. Namun kinerjanya juga pasti dipantau mencapai visi misi Bupati Dairi. Tentunya jika sekian waktu dinilai juga monoton maka bukan tidak mungkin juga akan di nonjobkan, jelasnya.

Hal senada diungkapkan ketua LBH Sekolah Hulman Sinaga tentunya berubahnya pemimpin maka wajar pemimpin yang baru menempatkan personil dalam kabinetnya yang dinilai bisa mencapai visi misinya. “ Aturan menyebut 6 bulan setelah pelantikan baru dilakukan mutasi, sebenarnya waktu itu cukup untuk membuktikan kepada Eddy- Jimmy kinerjanya. Faktanya lebih dari enam bulan . Tapi kesempatan itu tidak digunakan dengan baik menunjukkan kinerjanya. Wajar diganti” jelas Hulman.

Dikatakan melihat usia kerja mereka yang di nonjobkan bertahun tahun sebagai kepala dinas kebanyakan monoton “ Kita lihat kok selama ini monoton hanya mengerjakan yang normatif saja . Bahkan sudah tugas normatifpun kurang berhasil, jadi wajar tidak diberikan kesempatan dalam kabinet Eddy – jimmy. Jadi kami sebagai pengamat eksternal menilai mutasi kemarin sudah sangat tepat” Ujarnya.

Sementara itu Hendrik Situmeang pekerja media menyebutkan mengikuti kinerja dan sepak terjang 13 kepala dinas yang dinonjobkan. Memang ada satu dua orang ada yang perlu dibahas. Namun secara umum sudah tepat. “ Memulihkan Dairi itu tidak mungkin bisa terjadi dalam waktu cepat  jika kabinetnya itu lagi- itu lagi . 10 tahun  dipemerintahan lama saya mengikuti pejabat yang tersangkut korupsi, bertindak sekedar kepala dinas, Pejabat yang terindikasi nepotisme dan menjadi pejabat karena faktor X. Bagaimana mungkin Eddy Jimmy memenuhi janji perubahan jika jenis demikian dipertahankan dalam kabinet” sebutnya.

Dikatakan,  tugas Eddy –Jimmy sesungguhnya sangat berat untuk recovery Dairi. “ Bayangkan 10 tahun. Kalau diibaratkan kayu akarnya sudah kemana mana. Dahannya bercabang dan daunnya rindang. Mungkinkan kepala daerah yang baru bisa memenuhi janjinya kepada rakyat Dairi ketika kabinetnya itu itu saja?. Saya fikir 10 tahun merupkan waktu lebih daripada cukup untuk “mencuci otak”. Dan untuk mengembalikan itu tidak mudah. Jauh lebih mudah memberikan sanksi tegas menonjobkan sehingga menjadi efek jera terhadap ASN lainnya. Mudah mudahan nonjob tidak menjadikan mereka apatis. Namun bangkit menyesuaikan diri dengan visi misi kepala daerah yang baru ” Jelas Hendrik

Dikatakan pengamat media itu kalau kisah perjalanan birokrasi Dairi dalam 10 tahun cukup membuat bulu kuduk merinding  terutama dalam pengangkatan personil hampir  disemua sisi. “ Bahkan dilingkungan kepala sekolah Bupati Eddy- Jimmy harus tegas dan seleksi ketat. Kalau kita cek dari marga saja akan jelas terlihat apliasi marga tertentu sangat  mayoritas. Ini salah satu bukti kecil. Jadi pendapat kami Eddy Jimmy harus tegas dan lakukan fit and propert test yang ketat.

Dairi itu aneh sejak 10 tahun lalu. Bayangkan di RSUD itu saja direktur saja tidak berkutik sama stafnya. Ada honorer yang berkuasa bahkan mengatur ASN saat kita telusuri dekingnya oknum anggota DPRD Dairi. Wajar RSUD Dairi rusak, ternyata terlalu banyak intervensi pihak luar mengurusi personil RSUD Dairi” jelas Hendrik.  Jika hal demikian tidak dilakukan tindakan tegas , maka kisah kisah kegagalan RSUD Dairi akan terus terulang , pungkasnya ( Ipen)

def