Peristiwa

12 Rumah Terbakar di Tanah Pinem

Kebakaran 12 rumah di lau Njuhar Tanah Pinem

Sidikalang- Dairi Pers : 12 unit rumah penduduk dilalap sijago merah di desa lau Njuhar Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi Kamis (21/11) sekitar pukul  07.00 WIB  tadi pagi. Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini namun kerugian ditaksir lebih dari 500 an juta rupiah.

 Informasi yang berhasil dikumpulkan Dairi pers dari wartawan Dairi Pers Tanah Pinem S. Ginting menyebutkan kebakaran besar terjadi di pagi hari yang membuat warga berhamburan menyelamatkan diri. Api begitu cepat membesar karena memang umumnya bangunan terbuat dari kayu dan papan.

Beberapa keluarga tidak berhasil menyelamatkan harta bendanya. Namun hanya berhasil menyelamatkan jiwa menghindar dari kepungan sijago merah. Letak rumah yang rapat membuat api cepat merambat.

Warga yang langsung berkerumun ke lokasi kebakaran berusaha memadamkan api dengan menyiramkan air maupun membuka sejumlah dinding rumah penduduk untuk menghambat api merambat.  Meski demikian amukan sijago merah terus semakin tidak terkendali hingga 12 rumah hangus terbakar.

Dikabarkan sejumlah anak sekolah yang biasanya sudah berangkat di jam demikian atas peristiwa itu akhirnya tidak berangkat. Ada keluarga yang sama sekali baju saja tidak terselamatkan.  Baju anak sekolah ikut terbakar tentunya akan menghambat nantinya mereka kembali bersekolah” sebut S. Ginting.

Dikatakan warga mengharapkan sejumlah bantuan termasuk tenda darurat serta kebutuhan sehari hari karena umumnya barang barang milik korban musnah terbakar. “ Bantuan pangan , selimut paling utama, terlebih sekarang musim hujan “ sebut Ginting.

Sementara itu kepala BNPB Dairi Bahagia Ginting yang dikonfirmasi Dairi Pers kamis (21/11) membenarkan kejadian itu. 12 rumah huni masyarakat di desa  Lau Njuhar terbakar pagi ini.  Pihak BNPB sudah ke lokasi untuk mendata dan melihat langsung kondisi korban.

Prosedur dalam penanggulangan bencana kebakaran  dan bantuan pemkab tentunya telah ada. Kita berharap bisa secepatnya terealisasi sehingga bisa membantu korban, pungkas Bahagia Ginting. (Hen)